Waktu-Waktu Tertentu Dibukanya Pintu-Pintu Langit

Dalam ilmu pengetahuan, langit adalah bagian atas dari permukaan bumi. Langit memiliki beberapa lapisan dan terdiri dari banyak gas dan udara. Langit bisa berubah-ubah warna, terkadang biru seperti pada pagi dan siang hari, dan terkadang merah seperti pada sore hari, atau terkadang pula hitam gelap seperti ketika turun hujan.

Al Qur’an menyebutnya As Samaa bentuk tunggal atau dalam bentuk pluralnya As Samawaa yakni langit, itulah negeri para malaikat. Setiap lapisnya dihuni para malaikat Allah subhanahu wa ta’ala yang tak terhitung jumlahnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan,
“Tidak ada satu ruang selebar empat jari kecuali di sana ada malaikat yang sedang meletakkan dahinya bersujud kepada Allah.” (HR. Ahmad)
Hanya saja para ulama banyak yang menjelaskan bahwa langit itu berbeda dengan langit yang dikenal dalam ilmu astronomi. Apa yang diungkapkan oleh ilmuwan mengenai langit itu sejauh ini baru sampai pada langit yang terdekat dengan bumi (baru pada langit yang pertama). Itu pun sampai sekarang ini manusia belum mampu mengungkap rahasia langit dunia. Adapun lapisan langit berjumlah tujuh lapisan yang diungkap ilmu pengetahuan bukanlah tujuh langit yang disebut dalam Al Qur’an.

Manusia memang tak akan mampu menembus langit-langit itu karena ketujuh langit itu dijaga oleh malaikat Allah yang tidak akan mengizinkan siapapun menembusnya kecuali atas izin Allah subhanahu wa ta’ala. Ini bisa dipahami dari perjalanan Mi’raj Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama malaikat Jibril menembus langit. Setiap kali tiba di satu lapisan langit, Jibril meminta untuk dibukakan dan malaikat penjaga membukakannya karena telah mendapat izin dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Dari sini bisa dipahami bahwa pintu-pintu langit selalu tertutup, tidak bisa sembarangan dibuka kecuali atas perintah dan izin Allah subhanahu wa ta’ala. Akan tetapi berdasarkan keterangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada waktu-waktu tertentu pintu langit itu terbuka dan jika terbuka, saat itulah waktu-waktu yang potensial terkabulnya doa.

Lalu kapan waktu langit terbuka itu?

Berdasarkan keterangan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pintu-pintu langit itu terbuka pada saat-saat tertentu. Oleh karena itu, hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berdoa.
  1. Sebelum Dzuhur, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya pintu-pintu langit dibuka hingga tergelincir matahari dan tidaklah tertutup hingga shalat dzuhur maka aku ingin saat itu yang naik bagiku adalah suatu kebaikan.” (Shahih At Targhib 584) Itulah mengapa kita dianjurkan shalat empat raka’at qabliyah dzuhur. Nabi bersabda: “Empat raka’at sebelum dzuhur tanpa salam diantara raka’at-raka’atnya maka terbukalah pintu-pintu langit.” (Shahih Al Jami’ 885)
  2. Saat dikumandangkannya adzan termasuk waktu dibukanya pintu-pintu langit. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan dalam sabdanya: “Apabila seorang mu’adzin mengumandangkan adzan maka terbukalah pintu-pintu langit dan dikabulkanlah doa.” (Shahih Al Jami’ 803)
  3. Menanti shalat, yaitu antara dua shalat juga termasuk waktu terbukanya pintu langit bahkan saat itulah Allah subhanahu wa ta’ala membanggakan di hadapan para malaikat, orang-orang yang setelah shalat lalu menanti shalat berikutnya. Inilah yang dikabarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Bergembiralah kalian, ini adalah Tuhan kalian. Sungguh Dia subhanahu wa ta’ala telah membuka satu pintu dari pintu-pintu langit dan membanggakan kalian di hadapan para malaikat dengan mengatakan “Kalian lihatlah hamba-hamba-Ku, mereka telah menyelesaikan suatu kewajibannya dan menanti kewajiban yang lainnya”.” (Disebutkan dalam Ash Shahiha dan Sunan Ibnu Majah)
  4. Langit terbuka di tengah malam, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Pintu-pintu langit dibuka pada saat tengah malam lalu ada suara yang memanggil “Apakah ada orang yang berdoa?” Lalu orang itupun dikabulkan. “Apakah ada orang yang meminta?” Lalu orang itupun diberikan. “Apakah ada orang yang dalam kesulitan?” Lalu orang itupun dilapangkan.” (Shahih Al Jami’ 376)
  5. Ketika seseorang berdoa dengan mengucapkan “Allahu akbar kabiran walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa asilan.” yaitu doa Iftitah atau pembuka dalam shalat sebelum membaca Al Fatihah. Hal ini pernah disebutkan seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengatakan “Ketika kami melaksanakan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ada seseorang mengucapkan doa “Allahu akbar kabiran walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa asilan.” Ketika selesai shalat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya pada sahabat-sahabatnya yang makmum di belakang Nabi “Siapakah yang mengucapkan kalimat ini dan itu?” Lalu orang itu berkata “Saya wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Aku tertegun dengannya dan pintu-pintu langitpun terbuka” Ketika mendengar perkataan Nabi ini, Ibnu Umar mengatakan “Aku tidak pernah meninggalkan kalimat-kalimat itu sejak mendengar sabda Rasulullah ini”.” (HR. Muslim)
Saat pintu-pintu langit terbuka ini merupakan salah satu dari waktu mulia yang dianjurkan untuk berdoa sebagaimana yang dituturkan Abu Hurairah,
“Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka saat barisan kaum muslimin yang berjihad di jalan Allah melakukan penyerangan, ketika turun hujan lebat, ketika iqamah untuk melaksanakan shalat wajib, maka raihlah keberuntungan didalamnya dengan berdoa.
Memang tidak ada keterangan apakah terbukanya pintu langit itu maksudnya adalah langit pertama, kedua, atau ketiga, atau seluruh pintu langit yang berjumlah tujuh itu, atau hanya satu pintu langit karena jika hanya satu pintu berarti langit pertama atau jika disebut pintu-pintu berarti seluruh pintu langit yang berlapis tujuh, sementara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa jarak antara satu langit dengan langit yang lainnya itu 700 tahun perjalanan.

Apapun itu yang pasti, langit-langit itu adalah tempat makhluk-makhluk yang paling mulia, yang tak pernah bermaksiat kepada Allah maka jika pintu-pintu langit terbuka hendaknya dimaksimalkan untuk berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.