Kelak Tempat Suci [Ka’bah] Diangkat Kesuciannya Dari Muka Bumi Selamanya

Tak hanya Al Qur’an Al Karim yang diangkat Allah ke tempat asalnya, tempat-tempat suci di muka bumi pun diangkat kesuciannya ketika manusia tak lagi mengindahkannya. Inilah Ka’bah Al Musyarafah, rumah Allah pertama yang dibangun di muka bumi yang menjadi jantung spiritual umat manusia.

Tak pernah lekang dimakan zaman. Sejak awal mula manusia diciptakan, bangunan sederhana ini menjadi pusat peribadatan manusia. Allah telah menyucikannya dan menjadikan hati manusia cenderung kepadanya. Allah telah berfirman:
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya kami Telah menjadikan (negeri mereka) tanah Suci yang aman” (QS. Al ‘Ankabuut: 67)
“Dan apakah kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah Haram (tanah suci) yang aman” (QS. Al Qashash: 57)
“Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al Hajj: 25)
Namun kelak di akhir zaman, manusia tak lagi mengindahkan kesucian Ka’bah hingga Allah mengangkat kesucian dan keharaman Ka’bah hingga Ka’bah tak lagi menjadi Masjidil Haram karena Allah telah menghalalkannya dan mengangkat kesuciannya.

Imam Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan penyebabnya bahwa hilangnya kesucian Ka’bah akibat ulah kaum muslim sendiri. Apabila mereka telah menghalalkannya maka kehancuran akan menimpa mereka. Saat itulah Ka’bah tak lagi menjadi tempat yang disucikan. Inilah tanda akhir zaman dan tanda yang nyata bagi tegaknya kiamat. Jika Ka’bah tak lagi suci maka kelak hanya akan menjadi bangunan biasa tak ubahnya dengan bangunan lain di muka bumi.

Tak hanya diangkat kesuciannya oleh Allah subhanahu wa ta’ala, kelak Ka’bah akan dirobohkan oleh seorang Habasyah yang memiliki julukan Dzussuwaiqatain sang pemilik dua betis kecil karena kedua betis pria ini kecil dan kurus. Pria Habasyah ini akan menghancurkan Ka’bah batu demi batu, melepas kiswahnya, serta perhiasan-perhiasannya. Itu sebabnya sejak jauh-jauh hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan pada umatnya dalam sabdanya,
“Biarkanlah bangsa Habasyah selama mereka membiarkan kalian. Sesungguhnya tidak ada yang akan mengeluarkan harta Ka’bah kecuali Dzussuwaiqatain dari Habasyah.” (HR. Abu Dawud)
Hancurnya Ka’bah terjadi di akhir zaman menjelang datangnya kiamat. Ketika di muka bumi tidak ada seorang pun yang berkata “Allah, Allah” karena itulah diungkapkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Kelak akan ada seseorang yang dibai’at diantara rukun (Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim) dan tidak ada yang menistakan Ka’bah kecuali orang-orang yang memilikinya. Apabila mereka sudah menistakannya, jangan ditanyakan lagi tentang kehancuran bangsa Arab. Selanjutnya bangsa Habasyah akan datang untuk menghancurkan Ka’bah. Akibatnya setelah itu Ka’bah tidak akan pernah dibangun lagi selamanya. Bangsa Habasyah inilah yang akan mengeluarkan harta terpendam dalam Ka’bah.” (HR. Ahmad)
Hadits ini dengan tegas menyebutkan bahwa tidak ada yang memakmurkannya setelah itu selama-lamanya. Hingga tidak tersisa seorang muslim pun di muka bumi. Wallahu a’lam.