Sahkah Shalat Jika Ada Anggota Wudhu Yang Belum Terbasuh Secara Sempurna?

Berwudhu merupakan syarat sahnya shalat, namun tak jarang masyarakat masih belum memperhatikan bagaimana ketentuan syarat sahnya wudhu itu sendiri padahal sah atau tidaknya wudhu juga akan mempengaruhi sah atau tidaknya shalat. Fenomena yang terjadi di masyarakat, banyak orang yang tidak memperhatikan bagian tubuhnya yang wajib wudhu, apakah sudah sempurna terbasuh ataukah belum?

Pertanyaannya, bagaimana dengan orang yang belum sempurna wudhunya? Apakah shalatnya sah? Jika di saat shalat ia tersadar bahwa masih ada bagian tubuhnya yang belum sempurna terbasuh wudhu, apa yang harus dilakukan? Benarkah anggapan bila air wudhunya tidak deras maka tidak sempurna wudhunya?

Berikut pemaparan Ustadz Sarwat:  Dalam Al Qur’anul Karim, Allah subhanahu wa ta’ala sudah menyebutkan empat anggota tubuh yang wajib terkena air ketika kita berwudhu:
  1. Membasuh wajah,
  2. Membasuh tangan sampai sikunya,
  3. Mengusap sebagian kepala,
  4. Membasuh kaki sampai kedua mata kaki.
Maka yang empat itu harus terkena air seluruhnya, tidak boleh sampai ada yang terlewat. Ketika ada yang terlewat karena terburu-buru, lupa, dan sebagainya maka harus mengulangi wudhunya dan kalau sudah terlanjur shalat maka sebenarnya shalatnya juga belum sah karena wudhunya belum sah. Kalau waktu shalatnya sudah habis maka tetap saja karena shalat yang sudah dikerjakan masih belum sah karena wudhunya belum sah.

Oleh karena itu, dalam wudhu yang harus kita perhatikan adalah bagaimana meratakan air ke seluruh anggota wudhu. Meratakan itu aliran air krannya tidak harus besar, justru kalau semakin besar alirannya malah kita takut kecipratan jadi terburu-buru dan ada bagian yang tidak terkena. Aliran air krannya cukup biasa-biasa saja, yang penting meratakannya dan memang ada sunnahnya untuk melakukannya tiga kali sehingga jika ada yang belum terkena di basuhan pertama maka dapat disempurnakan pada basuhan kedua dan ketiga.

Bahkan di madzhab Maliki cara wudhunya dengan menggosok seluruh pori-porinya agar terkena air tetapi kita umat Islam di Indonesia tidak wajib untuk menggosok seperti itu karena akan jadi repot juga, jadi kita cukup meratakan saja air dengan tangan yang satunya, begitu juga wajah dan kaki agar seluruh area yang harus terkena air dalam wudhu itu betul-betul terkena air.