Orang Tua Yang Mendoakan Keburukan Untuk Anaknya Sendiri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tiga doa yang mustajab yaitu: (1) Doa orang tua terhadap anaknya, (2) Doa musafir, dan (3) Doa orang yang terzalimi.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Hadits tersebut jelas menyebutkan mustajabnya doa orang tua. Lalu seperti apakah mustajabnya? Bagaimana jika orang tua marah hingga mendoakan keburukan untuk anaknya? Apakah doa seperti ini mustajab juga?

Menjelaskan hadits tersebut, Imam Al Munawi dalam kitabnya Faidh Al Qadir mengatakan bahwa doa buruk yang diucapkan orang tua untuk anaknya akan mustajab jika anak tersebut kafir atau durhaka dan sangat susah untuk diharapkan kesadarannya.

Dengan begitu, doa buruk yang diucapkan orang tua kepada anak yang tidak durhaka, tidak termasuk kategori doa mustajab. Meskipun begitu, doa keburukan seperti itu sebetulnya tidak boleh dilakukan karena bisa saja doa tersebut bertepatan dengan momen-momen yang mustajab.

Oleh sebab itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan agar jangan suka mendoakan keburukan karena bisa saja apa yang didoakan tersebut betul-betul terjadi.  Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Jangan mendoakan keburukan untuk diri kalian. Jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Jangan sampai kalian berdoa yang buruk bertepatan dengan waktu yang mustajab dan Allah mengabulkan doa kalian.” (HR. Muslim)
Sedangkan jika doa buruk tersebut tidak sengaja atau hanya muncul dari kekesalan dan kemarahan, sedangkan sang anak tidak layak didoakan seperti itu maka Insya Allah doa keburukan seperti ini tidak dikabulkan. Allah ta’ala berfirman:
“Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, Pastilah diakhiri umur mereka. Maka kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka.” (QS. Yunus: 11)
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa ayat tersebut berbicara tentang betapa sabar dan sayangnya Allah terhadap manusia dan kasih sayang itu diwujudkan dalam bentuk tidak segera mengabulkan doa keburukan yang mereka ucapkan sebagaimana Allah mengabulkan doa kebaikan bagi mereka apalagi jika doa keburukan tersebut diucapkan dalam keadaan marah dan tidak dimaksudkan seperti itu maka dengan kasih sayang-Nya, Allah subahanahu wa ta’ala tidak mengabulkan hal tersebut.

Oleh sebab itu, kepada para orang tua jangan mudah mengumbar kata-kata dan doa buruk kepada anak-anak walaupun dalam kondisi marah, karena bisa saja doanya bisa jadi kenyataan. Biasakanlah menggunakan kata-kata dan doa yang baik untuk anak walaupun ketika marah meskipun anak-anak terkadang melakukan sesuatu yang membuat kesal dan marah maka ubahlah umpatan dan ucapan buruk menjadi doa yang baik karena bisa jadi itulah saat dimana Allah mengabulkannya. Wallahu a’lam bishshawab.