Laki-Laki Shalat Dengan Posisi Lengan Hingga Siku Menempel Ke Lantai Dan Tangan Menyempit Ketika Sujud

Saat sujud dalam shalat, kita diperintahkan untuk menempelkan tujuh bagian anggota tubuh kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi (dan beliau berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau), dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Fenomena yang sering ditemukan di masyarakat, ketika sujud ada orang yang posisi telapak tangan menyentuh lantai namun ada pula yang jari hingga lengan dan sikunya menempel ke lantai.

Lalu manakah yang sesuai dengan syariat? Bila posisi sujud perempuan lebih merapatkan tangan, bagaimana dengan kondisi jama’ah laki-laki yang sangat padat hingga terlalu menempel antara jama’ah? Adakah pengecualian posisi sujud yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Berikut penjelasan Ust. Sarwat: Dalam gerakan sujud, posisi sujud itu kita diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menempelkan tujuh dari anggota tubuh kita:
  1. Wajah, Nabi menunjuknya ke hidung tapi para ulama mengatakan dahi dan hidung,
  2. Kedua telapak tangan,
  3. Kedua lutut, dan
  4. Kedua ujung jari kita.
Adapun kalau menempelkan kedua tangan lalu bagian lengannya ini juga menempel ke bumi justru malah ada larangan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam didalam hadits shahih Bukhari dan Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kalau ada sahabat melakukan hal seperti itu karena itu seperti dua tangannya atau dua kakinya anjing yang menempel seperti itu maka ada larangannya “Janganlah kalian meletakkan kedua tangan waktu sujud itu seperti anjing meletakkan kaki depannya.”

Oleh karena itu, yang diletakkan ke tanah itu adalah kedua telapak tangan kita ini saja berarti lengannya diangkat ke atas (tidak menempel ke bumi). Adapun kemudian kedua lengan kita ini apakah melebar apakah menyempit. Memang para ulama khususnya dalam hal ini madzhab Syafi'i mengatakan bahwa disitulah nanti bedanya posisi tangannya laki-laki dengan perempuan. Kalau laki-laki sebaiknya dia melebarkan tangannya, sedangkan kalau perempuan mereka malah ”menciutkan” kedua lengannya ke tubuhnya.

Namun ini bukan merupakan syarat sahnya sujud juga bukan berarti kemudian sujudnya rusak kalau tidak begitu sebab ada kondisi-kondisi tertentu dimana kadang-kadang laki-laki bisa melebarkan tangannya kalau dia shalat sendiri atau kalau dia jadi imam tapi kalau dia sedang berjama’ah apalagi jama’ahnya itu padat dan rapat, bahu dengan bahu saling menempel, lutut dan lutut saling menempel maka tangan menyempit juga tidak apa-apa.

Dalam hal ini para ulama ada yang mengatakan kalau jama’ah itu harus menempel rapat, tapi itu bukan satu-satunya pendapat. Masih banyak pendapat para ulama yang mengatakan tidak harus serapat itu agar ada space biar kita bisa melebarkan tangan kita ketika kita berdiri atau sujud ataupun ketika kita duduk tahiyat akhir (tawarruk).