Keutamaan dan Rahasia Menyempurnakan Wudhu

Wudhu merupakan prosesi bersuci sebagai syarat sahnya shalat. Ketika berwudhu, semua bagian harus terkena air wudhu. Banyak kaum muslim yang meyakini bahwa jika sedikit tidak terkena maka bagian tersebut akan diazab di neraka. Benarkah demikian?

Orang yang wudhu, wajib membasuh semua anggota wudhu dengan mengalirkan air ke semua sisi bagian anggota wudhu yakni:
  1. Wajah,
  2. Kedua tangan sampai siku, dan
  3. Kedua kaki sampai mata kaki.
Tidak boleh meninggalkan secuil pun dari anggota wudhu tersebut tanpa dibasuh. Ini menyebabkan wudhu tidak sah sehingga ibadah shalat yang ditegakkan tidak terpenuhi syaratnya. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu pernah menyampaikan:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seorang laki-laki yang ditumitnya ada bagian sebesar kuku yang tidak tersentuh air. Lalu beliau bersabda “Kembalilah! Perbaiki wudhumu!” (HR. Abu Dawud dan An Nasa’i)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan memberikan ancaman keras bagi siapa yang tidak menyempurnakan wudhu dengan kecelakaan dan kebinasaan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Celaka bagi tumit yang terlewat basuhan saat wudhu akan tersentuh api neraka.” (Muttafaqun ‘alaih)
Hadits ini diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sejumlah sahabat saat safar atau bepergian. Saat itu para sahabat terburu-buru wudhu untuk shalat karena sudah diujung waktu. Ada seseorang yang tidak rata dalam membasuh kakinya sehingga ada secuil dari tumitnya yang tak terkena basuhan lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dengan meninggikan suaranya “Celaka bagi tumit yang terlewat basuhan saat wudhu akan tersentuh api neraka, dua atau tiga kali.” Lalu beliau perintahkan orang itu untuk menyempurnakan wudhunya.

Dalam banyak kasus, memang bagian tumit inilah yang sering terlewatkan saat berwudhu. Tidak semua bagian terbasuhi sehingga seseorang harus memperhatikan bagian ini sampai-sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menakut-nakuti dengan ‘kecelakaan”.

Para ulama sepakat bahwa kata “Wail” adalah kalimat ancaman untuk menakut-nakuti. Kalimat yang memiliki makna kebinasaan dan siksa. Ada sebagian mereka memahaminya lebih rinci sebagai satu lembah di neraka. Kewajiban membasuh dengan rata semua anggota wudhu tidak hanya pada tumit saja tapi juga semua bagian anggota wudhu lainnya, seperti di bawah siku, kulit di balik cincin dan jam tangan.

Berwudhu dengan sempurna berlaku pada semua ibadah yang bersyarat dengannya, tentu mengikuti status dari ibadah itu. Jika ia ibadah fardhu maka tidak menyempurnakan wudhu menyebabkan dosa besar bagi pelakunya karena kewajiban atas dirinya tidak ditunaikan semestinya.

Dalam banyak kasus, tak sedikit kaum muslim yang menganggap remeh wudhu, menganggapnya biasa-biasa saja. Banyak yang melakukannya sebagai rutinitas sebelum shalat. Bahkan tak sedikit kaum muslim yang sering melakukannya secara terburu-buru demi mengejar shalat.

Apakah memang wudhu hanya sekedar prosesi bersuci untuk mengangkat hadats kecil yang menjadi syarat sahnya shalat?

Bersuci dengan wudhu tidaklah sekedar bersuci untuk melakukan ibadah. Dibalik amalan yang sepintas sederhana ini tersimpan rahasia dan keutamaan yang sangat dahsyat. Dalam prosesi wudhu sebenarnya sudah masuk dalam inti ibadah. Bukan hanya pembuka saja tapi dalam prosesi wudhu sudah banyak pahala yang bisa diraih seorang mukmin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang muslim atau mukmin ketika membasuh wajahnya dalam berwudhu, dosa yang telah dilakukan matanya akan berjatuhan dari wajahnya bersama tetesan air wudhunya hingga tetesan air yang terakhir. Jika ia membasuh kedua tangannya, dosa yang telah dilakukan kedua tangannya akan berjatuhan bersama tetesan air wudhunya hingga tetesan air yang terakhir. Kemudian jika ia membasuh kedua kakinya maka setiap dosa yang telah dilakukan oleh kedua kakinya akan berjatuhan bersama tetesan air wudhunya hingga tetesan air yang terakhir sampai akhirnya ia pun bersih dari dosa-dosa.” (HR. Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Maukah kuberitahukan perbuatan yang dinilai Allah dapat menghapus dosa-dosa kalian dan akan meninggikan derajat kalian?” Para sahabat berkata “Iya Wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi “Menyempurnakan wudhu meskipun dalam kondisi sulit, memperbanyak langkah ke masjid, lalu menunggu datangnya shalat berikutnya setelah mengerjakan shalat sebelumnya. Itulah yang dinamakan ribath (siap siaga).” (HR. Muslim)
Begitu besar keutamaan wudhu yang tampak remeh ini, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sungguh umatku kelak akan datang pada hari kiamat dalam keadaan muka dan kedua tangannya kemilau bercahaya karena bekas wudhu. Karenanya, barangsiapa dari kalian yang mampu memperbanyak kemilau cahayanya, hendaklah dia melakukannya dengan memperlebar basuhan wudhunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)