Jika Makhluk Ya’juj dan Ma’juj Lepas Dari Kurungannya

Kelak di akhir zaman, Allah subhanahu wa ta’ala akan melepaskan makhluk yang suka membunuh dan membuat kerusakan, Ya’juj dan Ma’juj. Makhluk kuat yang jika berkeliaran di muka bumi, tak seorang pun bisa menghadapi dan menghentikan kebengisannya. Orang shalih bahkan Nabi Isa ‘alaihi salam pun tak kuasa menghalaunya.

Sejak dikurung Raja Dzulqarnain hingga kini, Ya’juj dan Ma’juj masih terkurung di suatu tempat yang hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang tahu. Lalu apa yang terjadi jika makhluk ini lepas dari kurungannya?

Allah subhanahu wa ta’ala telah menjanjikan bahwa Ya’juj dan Ma’juj pada saatnya akan dibebaskan di akhir zaman. Tapi akhir zaman pun juga tidak bisa diterka dengan tepat, entah kapan tepatnya. Tapi yang jelas, dibebaskannya Ya’juj dan Ma’juj dari kurungan kelak didahului oleh munculnya tanda-tanda kiamat besar lainnya yaitu terjadinya huru-hara dan munculnya Imam Mahdi serta munculnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa ‘alaihi salam kembali ke bumi.

Setelah kematian Dajjal di tangan Nabi Isa ‘alaihi salam maka akan datang masanya. Saatnya Kaum Ya’juj dan Ma’juj dibebaskan Allah dari kurungannya, turun ke bumi, dan membuat kerusakan dan melakukan pembantaian dimana-mana. Fitnah dan kejahatan  Ya’juj dan Ma’juj sangat besar dan menyeluruh. Tiada seorang manusia pun yang dapat mengatasinya. Jumlah mereka sangat banyak sehingga kaum muslim akan menyalakan api selama 7 tahun untuk berlindung dari serangan mereka. Para pemanah dan perisai mereka seperti yang diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Nuwas,
“Maka saat mereka telah keluar dari dinding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman Raja Dzulqarnain maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Isa Ibnu Maryam “Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba (Ya’juj dan Ma’juj) yang tidak mampu diperangi oleh siapapun maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hamba-Ku ke Tur (Tursina)”.”
Dan di Tur terkepunglah Nabiyullah Isa ‘alaihi salam beserta para sahabatnya sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari dari seratus dinar kamu hari ini. Kemudian Nabiyullah Isa dan para sahabatnya menginginkan itu maka mereka tidak menemukan sejengkalpun tanah dari bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk mereka kemudian Isa ‘alaihi salam dan sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah subhanahu wa ta’ala maka Allah mengutus seekor burung yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumah pun di kota atau di kampung maka ia membasahi bumi sehingga menjadi seperti sumur yang penuh.” (HR. Ahmad, Muslim, dan At Tirmidzi)
Dahsyatnya fitnah dan kejahatan Kaum Ya’juj dan Ma’juj ini juga digambarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,
“Dinding pembatas Ya’juj dan Ma’juj akan terbuka maka mereka akan menyerang semua manusia sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala, “dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang Tinggi” (QS. Al Anbiyaa’: 96) 
Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka sambil membawa binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan Ya’juj dan Ma’juj meminum semua air di bumi sehingga apabila sebagian dari mereka melewati sebuah sungai maka mereka pun meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut maka mereka berkata “Dulu disini pernah ada air.” Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng maka berkatalah salah seorang dari Kaum Ya’juj dan Ma’juj “Penduduk bumi sudah kita habisi maka berikutnya yang tertinggal adalah penduduk langit.” Kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit dan tombak tersebut kembali dengan berlumur darah yang menunjukkan suatu bencana dan fitnah. Maka tatkala mereka sedang asyik berbuat demikian, Allah subhanahu wa ta’ala mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya maka pagi harinya mereka mati dan tidak terdengar satu nafas pun setelah itu kaum muslim berkata ”Apakah ada seorang laki-laki yang berani mati untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini?” Maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan tidak takut mati kemudian dia menemukan Kaum Ya’juj dan Ma’juj telah mati dalam kondisi sebagian mereka di atas sebagian yang lain (bertumpukkan). Maka laki-laki tersebut berseru “Wahai Kaum Muslim, bergembiralah kalian! Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala sendiri sudah membinasakan musuhmu.” Maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang-padang rumput, kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh daging-daging binatang ternak. Maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim)
Semoga Allah memberikan kekuatan dan ketabahan pada kaum mukminin. Aamiin. Wallahu a’lam.