Dzikir Adalah Kunci Kebaikan Dunia dan Akhirat

Menjalani kehidupan di dunia adalah bagian dari perjalanan mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala tetapi tidak sedikit manusia, hamba-hamba Allah banyak yang melupakan Allah subhanahu wa ta’ala. Salah satu ibadah untuk selalu mengingat Allah adalah dengan berdzikir.

Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan ampunan dan pahala bagi setiap hamba-Nya yang selalu mengingat kepada Allah sebagaimana firman-Nya:
“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab: 35)
Berdzikir merupakan ibadah hati dan lisan yang tidak mengenal batasan waktu. Selalu mengingat dan menyebut nama Allah setiap saat dan sepanjang waktu merupakan gambaran nyata dari keimanan, ketakwaan, dan rasa tawakal seseorang. Itu semua niscaya akan mendatangkan keuntungan dan kemenangan dalam mengarungi kehidupan sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta’ala firmankan:
“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al Anfaal: 45)
Berdzikir adalah kunci kebaikan, kunci yang bisa membawa manusia kepada kebaikan dunia dan akhirat. Dengan berdzikir dan berdoa adalah sebaik-baiknya amalan yang mendekatkan seorang muslim kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti diriwayatkan Imam Bukhari pernah menggambarkan perumpamaan orang-orang yang berdzikir seperti orang yang hidup, sementara orang yang tidak berdzikir (orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan rasul) sebagai orang yang mati.

Dalam firman-Nya, Allah ta’ala mengingatkan hamba-Nya untuk selalu ingat kepada Allah,
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Hasyr: 19)
Sesungguhnya tidak ada alasan apapun yang membolehkan seorang muslim meninggalkan dzikir. Sudah selayaknya kita hamba-hamba Allah menjadikan Allah subhanahu wa ta’ala sebagai satu-satunya penolong kehidupan di dunia. Semoga kita senantiasa istiqamah menjalankan perintah dan menjauhi semua larangan Allah subhanahu wa ta’ala.