Dampak Shalat Bagi Seseorang [Di Dunia dan Akhirat]

Di akhirat kelak, shalat menjadi barometer amal seorang muslim. Jika nilai shalatnya baik maka baik pula semua amalannya. Sebaliknya, jika nilai shalatnya buruk maka buruk pula seluruh amalnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah shalatnya. Apabila shalatnya bagus maka ia telah beruntung dan sukses. Bila shalatnya rusak maka ia telah rugi dan menyesal.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, dan An Nasa’i)
Apakah dampak ibadah shalat itu hanya terjadi di akhirat saja? apakah di dunia juga ada dampak shalat bagi seseorang?

Ternyata pengaruh shalat terhadap kondisi pelakunya juga berlaku di dunia. Shalat yang baik akan memperbaiki amal-amalnya. Sebaliknya, pelaksanaan shalat yang buruk juga mempengaruhi amal-amalnya.
Suatu hari saat akan shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat beberapa orang dari sahabatnya memilih tempat bagian belakang yakni memilih shaf yang belakang dan tidak maju ke barisan pertama kemudian beliau menyuruh mereka agar maju dan bermakmum dekat kepada beliau dan beliau berkata “Dan orang sesudah kalian bermakmum kepada kalian.” Maksudnya orang-orang yang terlambat dan berada jauh dari shaf pertama mengikuti para sahabat yang berada di belakang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau mengatakan “Suatu kaum masih saja bersikap lambat dalam ketaatan kepada Allah sehingga Allah akan memperlambat mereka dari rahmat-Nya.” (HR. Muslim)
Maksudnya suatu kaum yang membiasakan diri senantiasa terlambat dari shaf pertama atau dari barisan-barisan awal maka Allah akan menghukum mereka dengan menjadikan mereka terlambat dari proyek-proyek kebaikan. Sebagian ulama menambahkan maka dijadikan terlambat dari rahmat Allah dari surga-Nya, keutamaan besar dari-Nya, dari kedudukan yang tinggi, atau terlambat dari mendapatkan ilmu. Dan semua makna ini bisa diterapkan kepada hadits ini.

Ulama kontemporer menjelaskan bahwa menterlambatkan diri dari shalat itu lebih buruk dari menterlambatkan dari barisan pertama. Dari sini dikhawatirkan apabila seseorang membiasakan dirinya terlambat dalam ibadah maka Allah azza wa jalla akan menghukumnya dengan mengakhirkannya atau menjadikan ia terlambat dalam semua proyek kebaikan. Wallahu a’lam bishshawab.