Cara Menghindari dan Mengobati Rasa Sombong [Tinggi Hati]

Kesombongan atau tinggi hati begitu mudah terselip dalam hati setiap manusia. Kedudukan dan karir yang cemerlang, harta yang berlimpah, gelar dan ilmu yang tinggi acapkali membuat manusia tergelincir/lupa dari mana semua itu berasal. Menepuk dada, merasa semua datang dari hasil kerja kerasnya sendiri.

Meski hanya sebesar biji sawi, sejatinya kesombongan menjauhkan diri kita dari surga dan mendekatkan kita pada panasnya api neraka. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala firmankan:
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi Ini dengan sombong, Karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al Israa’: 37)
Orang yang sombong terkadang tidak memperlihatkan secara langsung melalui perkataan atau tingkah laku tetapi Allah subhanahu wa ta’ala tahu dari segala isi hati manusia karena kesombongan tempatnya ada didalam hati.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan Allah telah memberikan peringatan kepada umat manusia yang sombong dalam Al Qur’an:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)
Sombong atau Al Bathar dalam bahasa Arab adalah tidak menerima kebenaran dan menghina sesama manusia. Perbuatan sombong dibagi dalam beberapa tingkatan:
  1. Kesombongan kepada Allah subhanahu wa ta’ala yaitu tidak tunduk terhadap perintah-Nya serta enggan menjalankan perintah-Nya.
  2. Kesombongan terhadap Rasul yaitu perbuatan yang enggan mengikuti apa yang diajarkan dan menganggap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya manusia biasa.
  3. Kesombongan terhadap sesama manusia dan ciptaan Allah yang lain, meremehkan, dan menghina orang lain, seperti Kaum Sodom dan Gomorah yang diazab Allah di Laut Mati.
Kesombongan dapat membuat kita dijauhi oleh orang-orang yang terdekat. Tidak ada orang yang menyukai orang yang sombong. Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya kita menghindari kesombongan. Yang dapat kita lakukan untuk menghindari dan mengobati rasa sombong, diantaranya:
  1. Mengingat kembali asal penciptaan manusia sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.” (QS. Ath Thaariq: 5-7)
  2. Mengingat kematian, dengan mengingat kematian akan menyadarkan manusia bahwa kesombongan tidak ada gunanya.
  3. Banyak bergaul dengan orang-orang yang dibawah, dengan demikian akan timbul rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas nikmat yang telah diberikan dan timbul rasa belas kasihan kepada orang lain.
  4. Berdoalah agar kita selalu dijauhkan dari kesombongan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang berakhlak yang agung, diantara kesempurnaan akhlak Rasulullah adalah doa kepada Allah agar dijauhkan dari akhlak-akhlak yang buruk,
“Ya Allah, jauhkanlah dari aku akhlak yang mungkar, amal-amal yang mungkar, hawa nafsu yang mungkar, dan penyakit-penyakit yang mungkar.” (HR. Tirmidzi)
Oleh karenanya, sudah sepantasnya kita membentuk pribadi yang berakhlak baik. Tidak ada kata terlambat apalagi sudah ada niat dalam hati untuk menghilangkan kesombongan. Tidak ada alasan apapun bagi kita seorang muslim untuk menyombongkan diri karena kesombongan akan menjerumuskan dan menghancurkan hidup kita baik di dunia dan akhirat.

Semoga kita senantiasa istiqamah menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi semua larangan Allah.