Solusi Ringan dan Sederhana Untuk Kehidupan Dunia dan Akhirat

Allah tidak akan membebani hamba-Nya diluar batas kemampuannya. Begitulah sunnatullah pada semua hamba-Nya di alam semesta ini. Kita seringkali mendapati masalah-masalah yang tidak terduga dalam hidup kita seperti lelah dalam rutinitas bekerja, terlilit hutang yang sulit dilunaskan, dan berbagai masalah lainnya yang cukup melelahkan. Namun tahukah kita bahwa dibalik semua masalah-masalah itu terdapat amalan-amalan sederhana yang bisa menjadi solusi sekaligus bekal kita untuk di akhirat nanti?

Dalam sejarah Islam, terdapat kisah-kisah menarik seputar keluarga dan sahabat nabi yang mengamalkan amalan-amalan kecil bermakna besar yakni Fatimah binti Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Umamah, dan Bilal bin Rabah.

Salah satu amalan yang dahulu terkenal hingga diamalkan oleh muslimin pada saat ini adalah wirid yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Fatimah Az Zahra dan Ali bin Abi Thalib, pasangan putri dan sepupu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menikah pada tahun ke-2 Hijriyah itu menjalani kehidupan pernikahan yang sederhana.

Hal ini disebabkan oleh karena Ali bin Abi Thalib miskin karena hidupnya dihabiskan untuk berdakwah di jalan Allah. Hingga Fatimah turut menjalani hidup dalam kemiskinan, kelaparan, keletihan, dan berbagai derita kehidupan lainnya. Fatimah pun rela tinggal bersama Ali di rumah yang tidak berperabotan hingga ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahkan mereka, beliau menyediakan tempat tidur yang sudah koyak, bantal kulit berisi serat, bejana air dari kulit untuk diminum, dan botol.

Di tempat tinggalnya yang sederhana itu semua urusan rumah tangga diurus oleh Fatimah radhiyallahu ‘anha, mulai dari mengurus anak-anak, menggiling biji-biji gandum, dan mengayaknya untuk membuat adonan roti. Aktivitas tersebut membuat Fatimah sakit, badannya kurus, dan tangannya menjadi keras karena menumbuk gandum.

Fatimah radhiyallahu ‘anha dan Ali bin Abi Thalib berdialog dan menyampaikan keluhan mereka dan kebutuhan mereka untuk memiliki pembantu di rumah. Mendengar keluhan dari anak dan menantunya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi solusi lebih baik daripada yang mereka minta yakni dengan membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali sebelum tidur.

Amalan kecil yang dibaca sebelum tidur itu tidak hanya melatih lisan kita dalam berdzikir namun juga membantu meringankan masalah kecil dalam hari-hari kita. Menggantikan rasa lelah dengan keadaan segar dan bugar. Tidak hanya untuk fisik namun juga jiwa kita.

Tidak hanya itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan amalan lain untuk menghadapi kesulitan hidup yang dimiliki Abu Umamah. Beliau adalah salah satu sahabat dari Anshar bernama Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu.
Suatu hari ketika Rasulullah memasuki Masjid Nabawi diluar waktu shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu maka Rasulullah menghampirinya dan bertanya “Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk diluar waktu shalat?” Abu Umamah menjawab “Aku sedang bingung memikirkan hutangku, ya Rasulullah.” Mendengar itu, Rasulullah memberi solusi “Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah doa yang apabila kau baca maka Allah ta’ala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” “Tentu wahai Rasulullah” Beliau bersabda: “jika kau berada di waktu pagi maupun sore bacalah do’a ini: Allohumma inni a’udzubika minal hammi wal hazani, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali, Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas, Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan manusia” Abu Umamah berkata: “Setelah membaca do’a tersebut, Allah ta’ala berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud).
Tidak hanya masalah-masalah kecil dalam hidup kita, amalan-amalan juga dapat membantu kita meraih surga di akhirat nanti seperti kisahnya Bilal bin Rabah ketika Rasulullah mendengar suara terompahnya di surga. Salah satu amalan sederhana ini dilakukan oleh salah satu Assabiqunal Awwalun atau golongan pertama yang memeluk Islam, Bilal bin Rabah.

Perjalanannya dalam memeluk Islam tidaklah mudah. Sebagai pemeluk Islam yang berasal dari budak, ia tidak memiliki penjamin dan pelindung sehingga ia kerap menerima siksaan dari majikannya agar ia kembali pada keyakinan nenek moyang mereka. Siksaan yang dialami Bilal bin Rabah tidak terperikan, dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Bilal radhiyallahu ‘anhu disiksa dengan cara dibawa ke padang pasir saat panas terik, dijemur disana, sambil ditindih dengan batu besar.

Namun siksaan yang ia terima tidak lantas membuat imannya goyah meski telah ditempuh dengan berbagai cara. Sebaliknya, ketika ia terbebas Bilal semakin menambah ketaatannya di jalan Allah ta’ala. Ketaatannya yang istiqamah itu membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam heran karena mendengar suara terompahnya di surga padahal Bilal bin Rabah masih di dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Bilal dan bersabda “Hai Bilal, mengapa engkau mendahuluiku masuk surga? Sesungguhnya ketika aku msuk surga tadi malam (malam Isra’), aku mendengar suara terompahmu dihadapanmu”. Bilal menjawab : “Wahai Rasulullah, tidaklah sekali-kali aku menyerukan adzan, melainkan terlebih dahulu aku melakukan shalat dua rakaat dan tidak sekali-kali aku mengalami hadats, melainkan aku berwudhu. sesudahnya, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat sebagai kewajibanku kepada Allah”. Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, bersabda : “Karena kedua-duanya”. Dan, Billal tidak menjawab : “Karena aku punya harta, anak, dan kedudukan atau pangkat”.

Alur kehidupan yang kita jalani selalu berubah kadang ringan namun seringkali berat. Dalam satu waktu kita mendapatkan masalah bertubi-tubi sehingga meminta pertolongan Allah agar dikuatkan menghadapinya. Berikutnya, amalan-amalan sederhana lainnya yang dapat membantu kita dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan:

Beristighfar

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya. Jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”.” (HR. Abu Dawud)
Rasulullah menganjurkan kita untuk memperbanyak istighfar bahkan dalam sebuah riwayat Rasulullah tercatat beristighfar lebih dari seratus kali setiap harinya. Tidak hanya sebagai dzikir untuk bertaubat, tapi istighfar juga membantu kita melapangkan hati yang sempit sebagai solusi dari masalah kita dan memberikan rizki dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

Memberi Sedekah

Bersedekah merupakan salah satu amalan sederhana yang berimplikasi baik dalam kehidupan kita diantaranya: bersedekah dapat mencegah kita dari datangnya musibah, menambah rizki kita dalam hidup, juga menyembuhkan penyakit.