Shalat Sunnah Sebelum [Qabliyah] Shalat Maghrib

Banyak pahala yang diperoleh saat mengerjakan shalat sunnah rawatib (qabliyah dan ba’diyah) sebelum dan sesudah shalat fardhu. Namun ada sebagian masyarakat yang memahami bahwa tidak ada shalat qabliyah maghrib atau sebelum maghrib. Alasannya tidak boleh shalat ketika matahari sedang terbenam.

Lalu bagaimana dengan hadits nabi yang mengatakan:
"Shalatlah sebelum maghrib bagi siapa saja yang mau.” (HR. Bukhari)
Apakah ini menandakan bahwa shalat qabliyah maghrib ini sebenarnya ada? Bagaimana sebenarnya status sunnahnya shalat qabliyah maghrib?

Berikut pemaparan dari Ustadz Sarwat: Shalat qabliyah dan ba’diyah itu ada dua macam:
  1. Sunnah mu’akkadah yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hampir-hampir tidak pernah meninggalkannya. Selalu beliau mengerjakannya.
  2. Sunnah ghairu mu’akkaddah karena kadang-kadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakannya. Artinya, tidak dianjurkan sekali tetapi bukan berarti terlarang.
Shalat qabliyah sebelum maghrib ini masuknya bukan yang sunnah mu’akkadah tetapi yang ghairu mu’akkadah. Dalam hal ini, shalat sunnah mu’akaddah itu ada 10 raka’at (atau bisa 12 raka’at tergantung madzhabnya) yaitu 2 atau 4 raka’at sebelum dzuhur, kemudian 2 raka’at sesudah dzuhur, ashar tidak ada, maghrib 2 raka’at sesudahnya dan isya 2 raka’at sesudahnya, sementara kalau shubuh itu sebelumnya 2 raka’at.

Tetapi sisanya yaitu sesudah/sebelum ashar kemudian sebelum maghrib dan sebelum isya maka ini adalah yang termasuk sunnah ghairu mu’akkadah sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Anas radhiyallahu ‘anhu dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu tidak melakukan shalat qabliyah maghrib tetapi para sahabat melakukannya dan beliau tidak melarangnya atau memerintahkannya.

Adapun waktu shalat yang terlarang:
  • Pada saat sesudah kita selesai shalat shubuh.
  • Pada saat matahari sedang proses terbit.
  • Pada saat matahari sedang tepat berada di atas kepala.
  • Sesudah shalat ashar, dan
  • Pada saat matahari sedang terbenam.
Kaitannya dengan qabliyah maghrib, waktunya bukan pada saat matahari sedang terbenam karena matahari pada proses terbenamnya hanya beberapa menit saja maka itulah menandakan sudah masuk waktu maghrib baru dikumandangkanlah adzan berarti proses terbenamnya matahari itu sudah selesai dan larangan untuk shalat pada matahari sedang terbenam itu sudah selesai. yang ada sekarang adalah shalat qabliyah maghrib yang hukumnya memang bukan sunnah mu’akaddah atau sunnah ghairu mu’akkadah yang kadang-kadang dikerjakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka kita boleh melakukannya untuk mengerjakan shalat qabliyah maghrib sebelum iqamah atau sebelum kita berjama’ah maghrib itu sendiri.

Selain itu, ada hadits nabi yang tegas menyebutkan bahwa ada shalat sunnah diantara dua adzan yaitu antara adzan yang pertama dan adzan kedua atau iqamah. Artinya, kalau kita ingin shalat qabliyah maghrib maka bukannya terlarang, shalat qabliyah maghrib itu disunnahkan (masyru’) tetapi memang derajatnya tidak sama dengan ba’diyah maghrib karena kalau ba’diyah maghrib hampir-hampir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya sehingga sunnah mu’akkadah, sedangkan shalat qabliyah maghrib adalah sunnah ghairu mu’akkadah tapi keduanya tetap masyru’ dan kalau kita kerjakan maka kita akan mendapatkan pahalanya.