Shalat Sambil Memejamkan Mata

Dalam shalat kita dianjurkan agar tidak menutup mata bahkan disebutkan pandangan mata kita sebaiknya mengarah ke tempat sujud, sedangkan ketika duduk dan tahiyat pandangan mata ke arah jari telunjuk.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya dan beliau berisyarat dengan jari telunjuk ke arah kiblat serta mengarahkan pandangan mata kepadanya (telunjuk itu). (HR. An Nasa’i)
Lalu bagaimana jika sedang sulit untuk khusyu’, bolehkah shalat dengan memejamkan mata? Bagaimana aturan syariat dalam hal ini?

Berikut pemaparan Ustadz Sarwat: Shalat itu adalah ibadah mahdhah yang ketentuannya sudah ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan wahyu. Oleh karena itu, Rasulullah menyebutkan “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.” Maka ketika Rasulullah memerintahkan kita ketika shalat itu melihat/pandangan mata kita ke arah sujud kita atau telunjuk kita pada waktu tahiyat maka memang begitulah ketentuannya.

Untuk mendapatkan khusyu’ tidak harus dengan memejamkan mata, walaupun bukan berarti kalau memejamkan mata menjadi tidak boleh tetapi perintah/petunjuk yang kita dapat dari Rasulullah adalah mata kita tidak harus terpejam. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita kalau ada orang yang mau lewat di depan kita, sementara kita lagi shalat maka kita disuruh mencegah.

Misalnya ketika dalam kondisi tertentu, Rasulullah juga menyebutkan kalau ada hewan yang membahayakan, berbisa, mau mencelakakan kita maka kata Nabi “Bunuhlah.” Hal itu hanya bisa kita lakukan kalau hewan itu belum menyerang kita , sehingga kita melihatnya. Maka shalat kita itu tidak terpejam, melihat apa yang akan terjadi di depan kita ini.

Sebenarnya tidak dibutuhkan memejamkan mata ketika shalat demi mengejar khusyu’ karena khusyu’ itu bukanlah kontemplasi, bukan menghilangkan segala pikiran, khusyu’ itu konsentrasi dengan apa yang sedang kita kerjakan, kalau ada orang lewat kita disuruh mencegah, kalau ada hewan yang akan mencelakakan kita disuruh membunuh.