Seperti Apakah Pohon Terlarang [Pohon Buah Khuldi] Itu?

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa saat di surga, Allah subhanahu wa ta’ala telah membolehkan untuk Adam dan istrinya Hawa memakan seluruh buah-buahan di surga kecuali di satu pohon saja.

Pada saat itu setan dengki terhadap Adam dan Hawa sehingga ia berusaha untuk membuat makar, tipu daya, dan rayuan agar terlepas seluruh kenikmatan dan pakaiannya yang baik. Setan mengatakan dengan penuh kebohongan dan kedustaan bahwa tidaklah Tuhan melarang kalian berdua memakan buah dari pohon ini kecuali agar kalian berdua tidak menjadi malaikat atau kekal disini.

Dan jika kalian berdua memakannya pasti kalian berdua akan mendapatkan hal demikian. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (QS. Thaahaa: 120)
Yaitu agar kalian berdua tidak menjadi malaikat sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat.” (QS. An Nisaa’: 176)
Karena telah memakan buah dari pohon terlarang itulah Nabi Adam ‘alaihi salam dan Hawa dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi. Buah inilah yang dikenal banyak orang dengan sebutan buah khuldi.

Pertanyaannya, apakah buah khuldi itu hanya cobaan untuk Nabi Adam ‘alaihi salam atau untuk semua penghuni surga? Apakah berarti pohon ini kelak juga terlarang bagi penghuni surga?

Kita tidak tahu pasti apakah pohon khuldi masih ada ataukah tidak namun yang pasti peristiwa yang dialami Nabi Adam ‘alaihi salam tidak akan berulang sehingga tidak ada istilah “Jika besok di surga, manusia mendekati pohon larangan maka dia akan diusir ke dunia” karena pada prinsipnya tidak ada orang yang masuk surga kemudian dikeluarkan lagi, karena janji Allah subhanahu wa ta’ala,
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman" Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.” (QS. Al Hijr: 45-48)
Disamping itu, Allah juga menjanjikan penduduk surga akan diberi keistimewaan mendapatkan apapun yang mereka inginkan,
“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Fushshilat: 31-32)
Lalu seperti apa pohon terlarang itu?

Memang para ulama banyak yang berbeda pendapat, ada yang menyebutnya seperti anggur, seperti gandum, dan lainnya bahkan ada ulama yang menyebutkan boleh jadi pohon terlarang itu adalah pohon tuba, batangnya terbuat dari emas, sangat besar, lebat, rindang, dan sangat indah.

Saking besar dan lebatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengilustrasikan bahwa seorang penunggang kuda paling cepat pun jika sudah ada di bawahnya maka tidak akan mampu melampaui dan keluar dari naungan pohon ini sekalipun perjalanan seratus tahun. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya dengan pohon tuba.

Saat ini kita tak bisa melihat pohon yang menakjubkan ini karena memang tidak kita dapatkan di muka bumi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menginformasikan bahwa pohon tuba hanya tumbuh di surga. Dari pohon inilah pakaian para penduduk surga dibuat.

Kabar baiknya, pohon ini diperuntukkan bagi kita umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun dengan catatan, mereka yang mendapatkannya adalah orang yang senantiasa memperbaiki dirinya, sibuk dengan aib dirinya, daripada mengurusi aib orang lain dan orang-orang yang banyak beristighfar.

Memang tidak ada urgensinya, apakah pohon tuba itu memang pohon khuldi atau memang pohon tersendiri dengan keindahan tiada tara yang terpenting adalah orang yang dijanjikan Allah masuk surga dari umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapati pohon tuba yang amat sangat indah ini dan pasti akan menikmatinya. Wallahu a’lam.