Pilihlah Teman Yang Shalih Dan Waspada Terhadap Teman Yang Buruk Akhlaknya

Bersahabat di dalam pergaulan sehari-hari sangatlah mendukung seseorang itu bisa menjadi baik ataupun tidak baik. Jika persahabatannya itu benar maka akan ada banyak ilmu, hikmah, dan manfaat yang bisa kita ambil. Namun jika kita salah memilih teman maka kesalahan yang ditimbulkan oleh teman kita sendiri juga akan menimpa kita.

Mungkin sebelumnya anda pernah mendengar kisah seorang penjual minyak wangi. Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan petunjuk kepada kita agar senantiasa memilih teman-teman yang shalih dan waspada dari teman-teman yang buruk. Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang,
“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dishahihkan oleh Al Albani)
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menjaga kita dan keluarga kita dari pengaruh teman-teman yang buruk dan mengumpulkan kita bersama teman-teman yang baik. Aamiin Ya Rabbal ‘alamiin.