Orang Yang Didoakan Malaikat Setiap Harinya

Malaikat akan selalu mendoakan orang-orang ini setiap harinya. Sebuah doa yang mustajab karena dipanjatkan oleh makhluk yang suci tanpa dosa. Lalu siapakah orang-orang yang didoakan malaikat ini setiap harinya?

Karakter seseorang memang berbeda-beda dalam mengeluarkan hartanya:
  1. Ada yang begitu dermawan dan senang memberi,
  2. Ada pula yang mengaku hemat dan mengeluarkan harta hanya untuk kepentingan pribadi.
Bagi tipe yang ke-2 ini, mengeluarkan harta untuk orang lain adalah hal yang sulit. Tidak heran, jika pada akhirnya mereka dijuluki “si pelit”. Sifat pelit ini memang membuat risih dalam pergaulan sehari-hari. Jangankan untuk orang lain, untuk kepentingan dirinya sendiri pun mereka enggan untuk mengeluarkan hartanya.

Sifat ini tidak hanya membawa petaka dalam pergaulan bermasyarakat karena ternyata malaikat Allah juga tidak menyukai sifat ini. Bahkan setiap pagi, makhluk Allah yang tercipta dari Nuur atau cahaya ini turun ke bumi untuk mendoakan manusia. Malaikat-malaikat itu tidak hanya berdoa untuk mereka yang dermawan saja namun juga mendoakan orang yang pelit tapi isi doanya sangat berbeda.

Bagi si dermawan, malaikat mendoakan agar Allah menambah hartanya. Namun bagi si pelit, malaikat meminta agar hartanya dilenyapkan saja. Hal ini dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
“Tidaklah seorang hamba memasuki waktu pagi pada setiap harinya kecuali ada dua malaikat yang turun salah satunya memohon “Ya Allah, berikanlah ganti bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya.” Dan satu lagi memohon “Ya Allah, musnahkanlah harta si bakhil”.” (HR. Muslim)
Bukankah doa ini sangat mengerikan? Dan tentunya doa yang diucapkan oleh makhluk yang suci tanpa dosa sangatlah dikabulkan Allah subhanahu wa ta’ala. Terkadang manusia terjebak dalam sifat yang dianggapnya sebagai hemat. Tidak masalah jika demikian, asalkan jangan menjurus ke sifat pelit.

Hemat dan pelit tentu berbeda. Berhemat merupakan sikap kehati-hatian dalam menggunakan harta, sedangkan pelit berarti enggan mengeluarkan uangnya untuk hal yang bermanfaat sekalipun. Orang hemat dapat mengendalikan hartanya, sedangkan orang pelit dikendalikan oleh hartanya.

Dalam benak orang pelit, kebahagiaan hanya tertumpu pada banyaknya uang yang berhasil dikumpulkan. Sedangkan orang hemat tidak akan membiarkan uang jadi tumpuan kebahagiaannya. Jika kita jujur, bahkan orang pelit pun tidak suka dengan orang lain yang juga pelit. Wallahu a’lam.