Makmum Shalat Jum’at Di Luar Masjid Melewati Garis Imam

Ketika shalat jum’at, seringkali dijumpai sebuah masjid yang jama’ahnya banyak hingga membludak atau tak mampu menampung jama’ah. Beberapa jama’ah bahkan membentuk shaf sendiri hingga shalat di bagian luar masjid. Masalahnya, tak jarang jama’ah-jama’ah ini tidak tahu posisi jama’ah yang berada di dalam masjid sehingga jama’ah di luar melewati garis imam yang berada di dalam.

Pertanyaannya, bagaimana dengan jama’ah di luar masjid yang melewati garis imam ini? Sahkah shalatnya? Jika ia diberitahu bahwa shalatnya selesai, apa yang harus dia lakukan?

Berikut penjelasan Ustadz Sarwat: Seorang makmum tidak akan shalatnya kalau melebihi dari garisnya imam. Sejajar masih sah tetapi ketika dia sudah lebih maju lebih depan dari imam maka shalatnya si makmum tidak sah. Yang menjadi dasar adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa seorang dijadikan imam itu untuk diikuti maka orang yang diikuti itu posisinya harus di depan kemudian para ulama membuat batasan bahwa tidak mengapa jika sejajar tapi jangan sampai bagian tumit lebih maju dari posisi imam.

Dalam kasus shalat jum’at dimana jama’ahnya membludak sampai keluar gedung masjid yang bertanggung jawab dalam hal ini tentu adalah ta’mir/pengurus masjid untuk membuat garis batas imam. Kalau tidak ada garis itu maka makmumnya yang harus berhati-hati dan mengira-ngira posisi imam jangan sampai dia shalat di depannya imam.

Jika kita baru menyadari ternyata kita shalat posisinya di depan imam maka kita harus mengulangi lagi shalat kita karena kemakmuman kita batal atau belum sah. Kalau kita terlanjur tidak sah shalat jum’at maka kita mengulangi shalat tapi bukan shalat jum’at dua raka’at lagi yang kita kerjakan melainkan shalat dzuhur empat raka’at.

Sebisa mungkin kalaupun kita harus shalat di luar masjid karena membludak maka cari shaf yang paling belakang, semakin ke belakang maka semakin yakin kita bahwa shalat kita sah.