Larangan Menjual Potongan Rambut Bekas Cukuran dan Potongan Rambut Yang Dibenarkan Syariat

Ketika potong rambut di salon atau tempat potong lainnya, biasanya sisa rambut akan dikumpulkan untuk dibuang. Namun di beberapa salon, masih ada yang mengumpulkan rambut bekas cukuran pelanggan lalu menjualnya ke pembuat wig atau konde. Bagaimana syariat memandang hal ini?

Para ulama fiqih menyatakan bahwa menjual dan memanfaatkan anggota tubuh Anak Cucu Adam hukumnya haram, baik anggota tubuh itu masih menempel atau telah terpisah dari pemiliknya, misalnya rambut, kuku, dan lain sebagainya sebab manusia itu makhluk yang mulia sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala,
“Dan Sesungguhnya Telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang Sempurna atas kebanyakan makhluk yang Telah kami ciptakan.” (QS. Al Israa’: 70)
Oleh sebab itu, anggota tubuh manusia tidak boleh diremehkan atau dihinakan seperti menjadikannya sebagai objek jual beli.

Lalu bagaimana dengan orang yang potong rambut ke salon sedangkan dia tahu bahwa salon itu akan menjual bekas potongan rambutnya, apakah dia tetap boleh potong rambut di salon tersebut?

Terkait hal ini maka harus dibedakan antara memotong rambut dan menjualnya. Jika seseorang datang ke salon untuk menjual rambutnya maka hukumnya haram, sedangkan jika hanya ingin memotong rambut maka tidak mengapa sebab para ulama umumnya tidak melarang seseorang memotong rambut apabila pegawai salon tersebut ternyata menjual bekas potongan rambut pelanggannya maka itu menjadi urusan si pegawai salon.

Artinya, merekalah yang berdosa karena telah menjual rambut, sementara si pelanggan tidak ikut berdosa karena bukan dia yang menjual. Hanya saja jika bisa dihindari dengan mendatangi salon lain yang diyakini tidak menjual potongan rambut atau dengan membawa pulang bekas potongan rambutnya maka itu lebih baik dan lebih berhati-hati.

Lalu potongan rambut seperti apa yang dibolehkan dalam Islam?

Para ulama menyatakan bahwa tidak ada larangan bagi seseorang yang ingin memotong rambutnya asalkan gaya potongan tersebut tidak menjadikan seorang wanita menyerupai laki-laki atau sebaliknya sebab dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu disebutkan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat lelaki yang bergaya seperti wanita dan wanita yang bergaya seperti laki-laki. Lalu beliau berkata “Keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian!”.”  (HR. Bukhari)
Selain itu, para ulama juga mengharamkan potongan rambut yang menyerupai kaum musyrik seperti mencukur sebagian kepala dan membiarkan sebagian yang lain atau disebut dengan qaza. Hal ini ditegaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang potongan qaza yaitu membotaki sebagian kepala dan membiarkannya sebagian.

Tak hanya itu, syariat Islam juga mengharamkan wanita mencukur seluruh rambutnya hingga gundul kecuali ada uzur seperti karena sakit atau untuk perawatan pengobatan sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat An Nasa'i dari Ali bin Abi Thalib yang berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang wanita untuk menggunduli kepalanya.

Namun jika seorang wanita hanya memendekkan rambutnya agar lebih rapi dan tidak sampai menyerupai potongan rambut lelaki maka dia boleh melakukannya sebab dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memotong rambut mereka hingga seperti wafrah (potongan rambut hingga batas kedua telinga dan tidak lebih pendek dari itu). Imam An Nawawi menuturkan hadits ini menjadi dalil bahwa wanita muslimah boleh memotong sebagian rambutnya.

Selain batasan-batasan tersebut, para ulama tidak menentukan secara baku gaya potongan rambut seperti apa yang boleh dilakukan lelaki atau perempuan sehingga hal ini kembali pada penilaian masing-masing. Jika suatu potongan rambut yang dinilai sebagai gaya lelaki maka wanita dilarang memotong rambutnya dengan gaya tersebut. Sebaliknya, jika suatu potongan rambut terkesan feminim dan identik dengan gaya perempuan maka lelaki dilarang memotong rambutnya dengan model tersebut. Wallahu a’lam.