Konsentrasi Shalat Terganggu Bacaan Lirih Tapi Terdengar Agak Keras Dari Jama’ah Di Samping Kita

Saat shalat di masjid atau mushala biasanya jama’ah di samping kita bacaannya terdengar lirih, namun ada juga jama’ah yang bacaannya terdengar keras. Sebenarnya bagaimana standar bacaan yang lirih itu? Lalu bagaimana bila konsentrasi terganggu bacaan keras dari jama’ah di samping kita, jika mengganggu apakah boleh hanya membaca dalam hati?

Berikut penjelasan Ustadz Sarwat: Pada dasarnya ibadah shalat itu adalah ibadah yang terdiri dari dua pekerjaan:
  1. Ucapan lisan, shalat itu adalah ucapan maka harus diucapkan baik itu isinya bacaan Al Qur’an, doa, tasbih, takbir, dan sebagainya.
  2. Gerakan tubuh secara fisik.
Dalam shalat itu tidak boleh orang itu hanya diam saja, mulutnya terkunci lalu dia berdoa dalam hati maka itu bukan shalat namanya tapi renungan suci, munajat, orang yang berkontemplasi, orang yang bertapa, tapi yang namanya shalat memang itu adalah ibadah ritual yang terdiri dari ucapan dan gerakan. Ucapan itu ada dua macam jenisnya:
  1. Ucapan yang dikeraskan (jahr ) misalnya imam menjahrkan shalat, atau kita shalat sendirian juga bisa jahr misalnya kita shalat maghrib, isya, dan shubuh itu jahr.
  2. Ucapan lirih, berbisik (sirr) misalnya kita shalat dzuhur dan ashar.
Ucapan lirih ini punya standar yang berbeda-beda sehingga kita membutuhkan adanya toleransi, kita harus bisa memahami kalau memang merasa terganggu maka harus dimaklumi. Shalat juga tidak harus berkontemplasi, shalat itu menjalankan rukun dan ketentuannya hingga selesai. Ketika kita shalat berjama’ah maka shalat kita adalah shalat yang bersosialisasi berarti kita harus menerima perbedaan yang ada di tengah masyarakat dan disitulah pentingnya kita memahami Islam secara lebih luas.