Keutamaan Dalam Menuntut Ilmu

Hidup manusia di dunia ini tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Islam mengatur semua aspek kehidupan umat muslim di dunia hingga bagaimana adab beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala sesuai dengan ilmu yang diajarkan dalam Al Qur’an serta Al Hadits. Dalam mewujudkan ibadah kepada Allah maka wajib bagi manusia untuk menuntut ilmu, salah satunya adalah dengan membaca.

Membaca sebagai salah satu cara mendapatkan ilmu, menjadi sangat penting dan Islam sejak awal menekankan pentingnya membaca sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5)
Kewajiban untuk belajar, menimba ilmu, dan mengamalkan ilmu menjadi salah satu kewajiban umat muslim di dunia karena menuntut ilmu merupakan salah satu perintah langsung Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-Nya.
“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At Taubah: 122)
Menuntut ilmu adalah sebuah ibadah yang mulia. Ilmu merupakan kunci pembuka amalan-amalan. Dengan ilmu, seorang hamba bisa mengetahui segala aturan, adab, dan kewajiban yang harus dijalankan, serta mengetahui apa yang menjadi larangan. Ilmu yang dimiliki akan membuat kita sadar betapa kecilnya manusia di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala sehingga akan tumbuh rasa takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala bila melakukan hal-hal yang dilarang-Nya.

Islam memandang penting terhadap ilmu, Islam juga memandang istimewa bagi para pencari ilmu sesuai janji Allah subhanahu wa ta’ala bahwa setiap orang beriman dan berilmu akan diangkat dan ditinggikan derajatnya.
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujaadilah: 11)
Dibalik keutamaan menuntut ilmu, Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan beberapa hal yang bisa menjadi penghalang ilmu yang merintangi seorang penuntut ilmu dalam belajar dan berusaha untuk mendapatkan dan memperdalam ilmu.

Keikhlasan dalam menuntut ilmu adalah satu hal yang harus terus dijaga. Menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat mulia. Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya agar ikhlas dalam beribadah.
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus,” (QS. Al Bayyinah: 5)
Dengan keikhlasan dalam menuntut ilmu niscaya akan mempertebal ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Faathir: 28)
Dalam pandangan Al Qur’an, ilmu adalah sebuah keistimewaan. Ilmu menjadikan manusia unggul terhadap makhluk lain dalam menjalankan fungsi kekhalifahan. Allah subhanahu wa ta’ala juga menjanjikan surga bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dan tidak malas dalam menuntut ilmu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim)
Selain janji untuk mendapatkan surga Allah, bagi mereka orang-orang berilmu memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah subhanahu wa ta’ala,
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran: 18)
Dengan ilmu niscaya bermanfaat menuntun kita untuk ridha Allah, kebahagiaan, dan kemuliaan sejati. Sebagai umat muslim, akan menjadi orang yang merugi bila tidak menuntut ilmu dan tidak mengamalkan di jalan Allah.

Semoga dengan ilmu yang kita miliki dan senantiasa diamalkan dapat menghalangi kita dari kehinaan dan membentengi kita dari hawa nafsu. Aamiin.