Jin dan Setan Bisa Menghambat Jodoh Manusia

Masalah jodoh memang rahasia Ilahi dan termasuk rizki seseorang, meski sudah ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala semenjak manusia belum diciptakan serta sudah ditulis di Lauh Mahfudz namun kita diperintahkan untuk berusaha mencari.

Permasalahannya, sebagian orang ada yang telat menikah bahkan ada juga yang enggan untuk menikah. Padahal jika dilihat dari aspek finansial ia tergolong mampu dan mapan, kemudian dari aspek fisik ia tergolong cantik atau tampan, komunikasinya juga luwes dan supel, banyak teman, dan luas pergaulannya tetapi mengapa masih telat menikah atau bahkan enggan menikah? Adakah sesuatu yang misterius yang menghambat jodohnya? Benarkah anggapan masyarakat bahwa jin bisa menghambat jodoh seseorang?

Dalam menentukan jodoh, seseorang bisa mengalami campur tangan siapapun termasuk jin sebagaimana juga jodoh bisa diintervensi oleh kedua orang tua, keluarga, sahabat, dan lainnya baik dengan cara mensupportnya atau justru menghalangi  dan menghambatnya. Namun jika jin yang mengintervensi maka tentu saja campur tangan jin ini bukan bertujuan untuk kebaikan tetapi bertujuan untuk keburukan, seperti menghambat dan menghalangi jodohnya.

Lantas, bagaimana cara jin menghambat jodoh seseorang?

Jin menghambat jodoh seseorang dengan cara membisikkan keraguan dalam hatinya sehingga ketika ada orang yang seharusnya berjodoh di saat telah mendapatkan pasangannya, ia merasa terganggu dan khawatir serta tidak jadi memutuskan untuk menjadi pendamping hidupnya. Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman mengingatkan bisikan jin tersebut:
“Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6)
Selain itu, jin juga bisa menghambat jodoh manusia dengan cara memperlihatkan wajah buruk calon pasangannya sehingga keduanya tidak berjodoh, namun ini hanya terjadi pada orang-orang yang pernah berinteraksi dengan jin dan segala macamnya sedangkan orang muslim yang taat maka ia akan dilindungi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari penampakan buruk ini dan diberikan ketetapan hati di saat memilih calon pasangannya. Terlebih jika ia beristikharah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Lalu bagaimana jika jin itu menghambat jodoh seseorang karena ia mencintainya? Benarkah jin mencintai  manusia dan menikahinya?

Banyak cara manusia berinteraksi dengan jin, tentunya dengan caranya sendiri, seperti merasuki tubuh manusia, mencintainya sebagai kekasih dan mengawininya. Imam As Suyuthi rahimahullah dalam kitab Luqath Al Mirjan menyebutkan bahwa beberapa riwayat dari ulama masa silam bahwa di masa mereka pernah terjadi pernikahan antara jin dan manusia dan bahkan menghasilkan keturunan. Hal serupa juga disampaikan oleh Imam Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Majmu Fatawa ,
“Dan pernah terjadi pernikahan antara manusia dan jin bahkan terlahir keturunan. Ini banyak terjadi dan telah diketahui banyak orang.”
Imam Malik rahimahullah juga mengakui adanya pernikahan antara jin dan manusia, namun ia sangat membencinya jika hal ini terjadi. Dinyatakan dalam kitab Ahkaam Al Mirjan bahwa Imam Malik berkata,
“Tidak terdapat dalil yang melarang manusia menikah dengan jin. Hanya saja aku tidak menyukainya karena aku membenci ketika ada wanita hamil kemudian ketika ditanya “Siapa suamimu?” Lalu dia menjawab “Dari jin.” Sehingga akan menimbulkan banyak kerusakan.”
Oleh karena itu, jika jin laki-laki mencintai wanita dari kalangan manusia maka berbagai cara akan dilakukan oleh jin laki-laki tersebut agar tidak terjadi perjodohan dengan sesama manusia, seperti menampakkan wajah buruk calon pasangannya dari kalangan manusia dan lainnya. Wallahu a’lam bishshawab.