Imam Menunggu Jama’ahnya Dengan Cara Membaca Ayat Al Qur’an Yang Panjang Dalam Shalatnya

Ada beberapa fenomena yang terjadi di masyarakat, seorang imam membacakan bacaan ayat yang sangat panjang di raka’at pertama lalu membacakan bacaan ayat yang pendek di raka’at kedua.

Apakah hal ini disunnahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Lalu bagaimana jika imam dengan sengaja membaca ayat yang panjang di raka’at pertama dengan tujuan menunggu supaya tidak banyak jama’ah yang tertinggal di raka’at pertama misalnya karena masih ada jama’ah yang sedang mengambil wudhu, bolehkah? Bagaimana seharusnya yang sesuai dengan syariat Islam?

Berikut pemaparan Ustadz Sarwat: Kalau alasannya mau menunggu jama’ah sebenarnya yang lebih afdhal adalah jangan memulai shalat itu kalau memang jama’ahnya belum kumpul semua. Boleh-boleh saja imam dengan segala wewenang yang dimiliki, menunda sejenak seperti yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kadang-kadang pada waktu shalat isya kalau beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat para sahabat datang lebih cepat/lebih awal dan masjid segera penuh maka beliau segera memulai shalat isya itu di awal waktu. Sebaliknya, kalau beliau melihat mereka datang sedikit demi sedikit maka beliau tunggu saja sampai semuanya sudah datang dan masjidnya penuh barulah kemudian dilaksanakan shalat berjama’ah.

Jadi ini adalah tugas dan wewenang imam agar jama’ahnya bisa ikut semuanya dan kalau harus menunda beberapa waktu maka tunda saja tidak mengapa misalnya antara adzan dengan iqamah tidak harus jaraknya harus dipastikan beberapa menit, bisa saja diperpanjang menjadi 30 menit misalnya kalau memang imam memandang bahwa dengan kita menunggu sepanjang 30 menit itu maka jama’ahnya akan berkumpul semua. Sambil menunggu itu maka bisa diniatkan sebagai I’tikaf di masjid, kita bisa berdzikir, baca Al Qur’an, bahkan di beberapa masjid malah disampaikan tausiyah sebelum iqamah karena menunggu jama’ah yang banyak.

Hal itu jauh lebih afdhal daripada memulai shalat tapi dengan jama’ah yang hanya satu atau dua baris atau beberapa gelintir orang saja atau imamnya jalan duluan lalu jalan membaca ayat pelan-pelan sambil menunggu datang satu per satu jama’ah lainnya.