Haramkah Hewan Yang Disembelih Sampai Terputus Lehernya?

Saat belanja di pasar biasanya juga ditawarkan ayam potong yang masih hidup. Setelah pembeli memilih barulah ayam tersebut dipotong atau disembelih oleh penjual. Namun ada kasus penjual yang menyembelih tapi tanpa sengaja sampai terputus leher hewannya. Kasus lain, ada pula yang sudah disembelih namun hewannya tidak segera mati.

Lalu bagaimana pandangan syariat Islam akan hal ini? Apakah hewan yang terpotong lehernya sampai putus ini menjadi haram dikonsumsi? Bagaimana pula dengan hewan yang disembelih namun tidak juga mati, apa yang harus dilakukan?

Berikut penjelasan dari Ustadz Sarwat: ini memang kurang baik tetapi kalau bicara halalnya maka sudah halal karena intinya adalah bagaimana memutus dua jalur darah, satu jalur makanan, satu jalur pernafasan. Jadi memenggal langsung kepala sampai terputus itu sebenarnya kurang baik karena itu tidak diajarkan tapi kalau terjadi maka ini tidak membuat hewannya menjadi haram/bangkai.

Kalau hewan ini sudah terputus semua urat nadinya tapi ternyata dia masih hidup juga. Apa yang bisa kita lakukan?

Kalau masih hidup ternyata cara penyembelihannya masih belum sempurna atau belum terputus, mungkin yang menyembelihnya itu pemula maka tidak apa-apa ditangkap lagi, diteruskan lagi selama hewan itu masih hidup.

Tetapi kalau sudah sempurna, sudah putus semua hanya saja memang daya tahan hewan ini kuat maka tidak apa-apa ditangkap saja, dikurung biar tidak kemana-mana, lama-lama dia mati juga dan matinya itu tidak menjadi bangkai karena syarat penyembelihan itu putusnya dua urat nadinya itu sudah terpenuhi, kita tunggu saja sampai kemudian dia betul-betul sudah tidak bergerak lagi baru dapat kita konsumsi.