Cara Mengatasi Mimpi Buruk dan Segala Bentuk Gangguan Jin atau Setan

Sikap jin atau setan terhadap manusia terkadang keterlaluan, ia tidak hanya mengganggu dan menggodanya di saat manusia dalam keadaan sadar tetapi juga dalam keadaan tidak sadar, seperti dalam keadaan tidur seseorang tiba-tiba bermimpi buruk sehingga berteriak atau menendang-nendang, atau terkadang badannya terasa berat seolah-olah ada yang menindihnya. Fenomena ketindihan ini kemudian kerapkali dikaitkan dengan jin.

Lantas, benarkah fenomena ketindihan di saat tidur karena ulah perbuatan jin atau setan?

Fenomena ketindihan di saat tidur merupakan fenomena biasa dan hampir pernah dialami oleh setiap orang meskipun tingkat ketindihannya tergolong ringan. Oleh karena itu, beragam pendapat bermunculan mengenai fenomena ketindihan ini.

Di Indonesia, sebutan fenomena ini bermacam-macam ada yang menyebutnya rep-repan, eureup-eureup, hingga tindihan. Fenomena tindihan yang kerapkali dikaitkan dengan ulah jin dibenarkan oleh sebagian ulama terutama jika tindihan itu didahului dengan mimpi tertentu yang menyeramkan. Ada kalanya gangguan jin melalui mimpi disertai gangguan secara fisik seperti fenomena tindihan ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Mimpi itu ada tiga macam: (1) Bisikan hati, (2) Ditakut-takuti setan, dan (3) Kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain dinyatakan,
“Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah, (2) Mimpi yang menakutkan atau menyedihkan datangnya dari setan, dan (3) Mimpi yang timbul karena angan-angan atau khayal seseorang. Karena itu jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah kemudian shalatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain.” (HR. Muslim)
Namun jika fenomena tindihan ini tidak ada kaitannya dengan mimpi tertentu melainkan terjadi begitu saja di saat seseorang sedang tidur maka ini dikategorikan sebagai gangguan tidur belaka yang dapat dijelaskan secara medis. Fenomena ini muncul akibat tubuh masih memutus hubungan dengan syaraf motorik ketika seseorang terbangun, disinilah orang-orang mengalami apa yang disebut dengan tindihan sebab ketika terbangun, ia tidak dapat menggerakkan tubuh bahkan sulit berbicara.

Secara medis, fenomena tindihan ini di saat tidur bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
  1. Karena tubuh sangat lelah,
  2. Tidur dengan posisi menghadap ke atas,
  3. Stres,
  4. Pengaruh obat-obatan,
  5. Perubahan jam atau pola tidur.
Lantas, bagaimana cara melepaskan diri dari tindihan ini? Adakah doa tertentu yang dibaca?

Untuk mengatasi mimpi buruk dan segala bentuk gangguan jin atau setan, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita agar membaca doa sebelum tidur dan berserah diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun diantara doa-doa tersebut adalah:
“Allahumma aslamtu nafsii ilaika wawajjahtu wajhi ilaika wafawwadhtu amrii ilaika wa alja’tu zhahrii ilaika raghbatan warahbatan ilaika laa malja-a walaa manja-a minka illaa ilaika. Aamantu bikitaabikalladzii anzalta wanabiyyikal ladzii arsalta. Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharapkan takut kepada-Mu. Sesungguhnya tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancaman-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada Nabi yang Engkau utus.” (HR. Bukhari)
“Bismika Rabbi wadla'tu janbi, wa bika arfa'uhu, fa-in amsakta nafsi farhamha, wa-in arsaltaha fahfatlha, bima tahfatlu bihi 'ibadakas-salihin. Dengan nama-Mu aku tidur, wahai Rabbku. Aku meletakkan lambungku dan dengan nama-Mu pula aku bangun daripadanya, apabila Engkau mencabut nyawaku maka berikanlah rahmat-Mu padanya dan apabila Engkau membiarkan hidup maka peliharalah sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.”
Atau dibolehkan juga membaca doa tidur yang pendek:
“Bismika Allahumma Amutu wa Ahya. Dengan menyebut nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup.”