Cara Bertumpu Ke Lantai Dalam Shalat Untuk Bangun Setelah Sujud Kedua

Ketika kita melaksanakan shalat berjama’ah seringkali menemukan seseorang yang shalat setelah sujudnya ia berdiri dan bertumpu ke lantai dengan mengepalkan tangan, sementara yang lainnya ada yang bertumpu dengan tangan terbuka. Bagaimanakah seharusnya?

Masalah bertumpu ketika bangun dari sujud dengan mengepalkan atau dengan tangan terbuka adalah perkara yang sunnah bukan perkara rukun dan wajibnya shalat. Jumhur ulama menyebut perkara ini tidak perlu dibesar-besarkan karena keduanya boleh dilakukan, yang tidak boleh adalah mengatakan yang satu lebih utama dari yang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.” (HR. Baihaqi)
Sehingga para ulama sepakat bahwa seorang muslim haruslah mengikuti tata cara shalat yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para ulama memang berbeda pendapat terkait tangan mengepal atau tangan terbuka ketika bertumpu untuk bangun dari sujud kedua namun hal itu tidak menjadikan mereka saling bermusuhan dan saling menyalahkan.

Pendapat pertama bahwasanya gerakan tangan setelah sujud adalah dengan tangan terbuka yakni menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari jemari di atas tanah. Pendapat ini dijelaskan dalam kitab Mughni Muhtaj karya Muhammad Khatib Al Syarbini disunnahkan bertopang pada kedua tangannya ketika bangun dari sujud dan duduk karena hal tersebut lebih tampak seperti simbol rendah hati, lebih bisa membantu orang yang shalat dan telah dipraktekkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana ditetapkan dalam hadits shahih,
“Dan jika beliau mengangkat kepalanya dari sujud yang kedua, beliau duduk dan bertumpu pada bumi (lantai) kemudian berdiri.” (HR. Bukhari dan lainnya)
Beliau menjelaskan apa yang disebut bertumpu dengan kedua tangannya itu dengan menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari-jarinya di atas tanah baik orang yang kuat maupun yang lemah. An Nawawi rahimahullah berkata,
“Apabila seseorang bertumpu dengan kedua tangan tatkala bangkit, ia menjadikan telapak tangan dan telapak jemarinya sebagai tumpuan di atas bumi tanpa ada perselisihan dalam hal ini.”
Sedangkan pendapat kedua adalah ketika seseorang bangkit setelah sujud maka ia mengepalkan tangannya. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berdiri didalam shalat bertelekan tangannya di atas tanah sebagaimana yang dilakukan oleh Al ‘Ajin. Al ‘Ajin artinya tukang adonan roti yang saat mengolah atau meremas tepung gandum dengan cara mengepalkan kedua tangan dikarenakan kerasnya adonan tersebut.

Ath Thabrani dalam kitabnya Al Ausath menyebutkan satu riwayat,
“Aku melihat Abdullah bin Umar melakukan mengepalkan tangan didalam shalat bertumpu pada kedua tangannya ketika bangkit maka akupun berkata kepadanya “Apa ini, wahai Abu Abdirrahman?” Beliau menjawab “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan mengepalkan tangan didalam shalat”.” (HR. Ath Thabrani)