Bolehkah Membuang Makanan Yang Sudah Terkontaminasi?

Sering kita temukan ketika menaruh makanan di dapur, ada binatang yang menghampiri seperti semut, cicak, dan sebagainya sehingga tak jarang membuat orang yang ingin memakannya merasa jijik. Dalam kasus ini, bolehkah dalam Islam membuang makanan yang seperti ini, apakah termasuk mubadzir? Bagaimana ukuran standar makanan tersebut masihkah bermanfaat atau malah mudharat untuk kita konsumsi?

Berikut penjelasan Ustadz Sarwat: Jadi makanan kita itu kalau terkontaminasi dengan kotoran, penyakit, dan sebagainya maka:
  1. Makanan kita menjadi terkontaminasi sehingga membuat mudharat, membuat kita jijik dan merusak tubuh kita, seperti ada binatangnya misalnya semut, kecoa, cicak, dan sebagainya maka hukumnya tidak boleh dimakan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman “mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’raaf: 157)
  2. Makanan yang kita konsumsi tidak ada mudharatnya, kita tidak merasa jijik maka boleh saja dikonsumsi asalkan terbukti memang makanan tersebut tidak meracuni atau merusak tubuh kita.
Intinya kita tidak boleh memakan makanan yang dapat merusak tubuh kita, meskipun mungkin standar makanan menurut orang lain itu berbeda dengan standar makanan kita misalnya dilihat dari kehigienisannya dan sebagainya. Dengan demikian, kita tidak boleh memaksakan standar kita kepada orang lain begitu pula sebaliknya.