Benarkah Bayi [Anak Kecil] Yang Terus Menerus Menangis Di Malam Hari Itu Ketempelan Jin?

Fenomena anak atau bayi menangis tentu sudah biasa dialami oleh para orang tua. Biasanya anak menangis karena sebab-sebab tertentu, bisa jadi ia lapar, ngantuk, atau karena keinginannya tidak terpenuhi. Namun ada juga anak kecil yang rewel di malam hari, menangis terus menerus tanpa henti selama beberapa jam. Ditambah lagi tidak diketahui penyebab mengapa anak tersebut menangis, seringkali hal ini menyebabkan orang tua sedih dan panik karena sang anak tidak bisa segera ditenangkan.

Dalam masyarakat, kasus dimana anak kecil menangis terus menerus di malam hari seringkali dikaitkan dengan “ketempelan jin”. Benarkah demikian? Bisakah jin mengganggu anak kecil?

Jika ditilik dari kacamata syariat memang demikian adanya, jin bisa mengganggu siapapun dan kapanpun bahkan jin atau setan tersebut sudah mengganggu anak manusia sejak bayi tersebut lahir. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tiada seorang bayipun yang dilahirkan kecuali setan menyentuhnya saat ia dilahirkan lalu ia mengeluarkan suara jeritan karena sentuhan setan padanya kecuali Maryam dan anak laki-lakinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sementara dari sisi medis ada istilah kolik untuk menjelaskan kondisi ketika bayi terus menerus menangis tanpa sebab yang jelas dan sulit dikendalikan. Kolik biasanya terjadi pada bayi sehat yang berusia dibawah 5 bulan dimana ia bisa menangis hingga lebih dari tiga jam selama kurang lebih tiga hari berturut-turut.

Dalam syariat, bila bayi yang baru lahir saja sudah diganggu setan hingga menangis bisa jadi anak-anak lain yang menangis tanpa henti selama berjam-jam juga mengalami hal serupa. Dalam Islam, meyakini sesuatu yang ghaib termasuk bagian dari iman kepada Allah ta’ala, adanya malaikat, hari kiamat, surga dan neraka termasuk meyakini adanya jin merupakan perkara yang ghaib. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al Baqarah: 2-3)
Mengimani adanya perkara ghaib sudah menjadi keharusan bagi setiap muslim termasuk meyakini adanya jin ataupun setan sebagai musuh terbesar manusia. Jin ataupun setan ini akan selalu berusaha mengganggu manusia selama hidupnya semenjak terlahir ke dunia sampai menjelang wafatnya. Sekuat apapun manusia tetap harus menghindari gangguan setan ini dengan meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al A’raaf: 200)
Tak cukup hanya sekali, Allah subhanahu wa ta’ala pun senantiasa agar memerintahkan manusia berlindung kepada-Nya agar terhindar dari gangguan-gangguan setan yang menyesatkan. Dalam ayat yang lain, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan Katakanlah: "Ya Tuhanku Aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan Aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku".” (QS. Al Mu’minuun: 97-98)
Apabila demikian perintah Allah subhanahu wa ta’ala pada manusia yang sudah berakal, bagaimana halnya anak-anak kita yang masih kecil dan masih sangat lemah? Siapa yang melindunginya?

Tentu saja tugas kita sebagai orang tua adalah melindungi dan menjaga mereka. Menjaga anak-anak kita yang masih kecil dan lemah tentunya tak luput kita panjatkan doa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar kita dan keluarga kita terhindar dari gangguan jin ataupun setan yang menyesatkan manusia. Bahkan kita juga diperbolehkan meminta didoakan oleh orang lain yang bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa jin maupun setan senantiasa mengganggu manusia dimanapun,
Seorang wanita lalu mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia mengatakan “Sesungguhnya aku sering kerasukan dan auratku terbuka. Maka tolong berdoa kepada Allah untukku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan ”Jika kamu bersabar maka bagimu adalah surga namun jika engkau tetap berkehendak untuk didoakan aku akan berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu.” Wanita tersebut mengatakan “Aku memilih sabar. Namun tolong berdoa kepada Allah agar auratku tidak terbuka.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Namun gangguan jin dan setan ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengisyaratkan adanya gangguan dari setan kepada anak-anak bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kepada kita untuk melindungi anak-anak dari gangguan setan. Rasulullah juga memberi kita tuntunan untuk menjaga diri, anak, dan rumah kita dari setan. Beliau shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila malam telah datang atau pada waktu sore, tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran ketika itu. Apabila telah berlalu sesaat dari awal malam, biarkanlah mereka. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah, membaca basmallah karena setan tidak bisa membuka pintu-pintu yang ditutup dengan menyebut nama Allah, tutuplah tempat minum kalian dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana-bejana kalian dengan menyebut nama Allah walaupun dengan membentangkan sesuatu di atasnya, dan padamkanlah lampu-lampu kalian.” (Muttafaqun ‘alaih)