Anak Dengan Indera Keenam [Anak Indigo] Menurut Syariat Agama Islam

Pada dasarnya, manusia memiliki 5 panca indera: mata untuk melihat, hidung untuk mencium, telinga untuk mendengar, lidah untuk merasa, dan kulit sebagai indera peraba. Namun sebagian orang mempercayai indera ke-6, beberapa menyebut anak yang memiliki indera keenam sering disebut sebagai anak indigo.

Sebagian orang ada yang beranggapan bahwa anak indigo memiliki indera keenam yang dapat melihat kejadian yang akan terjadi serta memiliki kemampuan supranatural yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dengan indera keenamnya dia juga bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk ghaib seperti jin. Bahkan banyak juga yang meyakini bahwa anak indigo bisa mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan datang.

Lantas bagaimana menurut pandangan agama? Benarkah indera keenam itu ada?

Dalam pandangan syariat agama Islam, tidak dikenal istilah indigo dan indera keenam. Indigo digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial yang tidak biasa dan bahkan supranatural.

Menurut para ulama, anak indigo yang diyakini memiliki indera keenam bukanlah anak yang istimewa dan memiliki kemampuan khusus layaknya hamba Allah pilihan seperti para nabi dan rasul, meskipun pada faktanya anak indigo bisa melihat makhluk halus seperti jin dan berkomunikasi dengannya bahkan juga tampak seolah-olah mengetahui segala sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain.

Dalam ajaran syariat agama, memang ada sebagian orang yang bisa melihat, mendengar, dan mengetahui, bahkan juga merasakan apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia pada umumnya. Namun hal ini bukan berarti berasal dari indera keenam yang dimilikinya melainkan karena ilham atau mukjizat dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Seperti kemampuan Nabi Ya’qub ‘alaihi salam mencium bau anaknya dari kejauhan dan mengetahui anaknya Yusuf ‘alaihi salam masih hidup. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman mengisahkan peristiwa ini:
“Tatkala kafilah itu Telah ke luar (dari negeri Mesir) Berkata ayah mereka: "Sesungguhnya Aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)".” (QS. Yusuf: 94)
Hal yang sama juga sebagaimana kemampuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui keadaan orang-orang yang ada di belakangnya meskipun beliau tidak melihatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sempurnakanlah ruku’ dan sujud. Demi Allah, sesungguhnya aku pasti melihat semua ruku’ maupun sujud meskipun dengan tidak membalikkan punggungku.” (HR. Muslim)
Jika demikian, lalu bagaimana jika orang merasa memiliki indera keenam mengklaim dapat mengetahui yang ghaib? Benarkah demikian?

Para ulama sepakat bahwa semua makhluk ciptaan Allah, baik yang berada di langit maupun di bumi, tidak ada yang dapat mengetahui yang ghaib kecuali Allah subhanahu wa ta’ala. Hal ini sebagaimana firman-Nya:
“Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah",” (QS. An Naml: 65)
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak mengetahui perkara yang ghaib kecuali sebatas yang diwahyukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala,
“dan sekiranya Aku mengetahui yang ghaib, tentulah Aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan Aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman” (QS. Al A’raaf: 188)
Oleh karena itu, jika ada orang yang merasa memiliki indera keenam, mengklaim dapat mengetahui yang ghaib maka sebenarnya dia berdusta. Adapun jika sekedar mengetahui apa yang tidak tampak oleh matanya tetapi sesuatu itu bukan yang ghaib seperti mengetahui apa yang terdapat di balik tembok misalnya maka bisa jadi ia tahu dengan cara menebak atau karena bantuan jin yang membisikkan informasi itu kepadanya.

Peristiwa orang yang mengklaim dapat mengetahui yang ghaib dan bisa meramal, pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Dikisahkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi Ibnu Shayyad seorang yang dianggap bisa meramal. Beliau ingin melihat kemampuannya, lalu beliau bersabda “Tebaklah kata yang kusimpan dalam hatiku!” Ibnu Shayyad mengatakan “Ad Dukh” mendengar jawaban ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Duduklah, kamu tidak akan melebihi batas kemampuanmu.” (HR. Bukhari)
Lalu bagaimana dengan anggapan sebagian orang bahwa orang yang memiliki indera keenam mampu melihat jin? Benarkah demikian?

Menurut para ulama, orang yang dianggap memiliki indera keenam dan mampu melihat jin sebenarnya bukan karena dirinya memiliki kelebihan dan kemampuan itu, melainkan karena jin itu mau menampakkan diri kepadanya dan tentu saja ini terjadi karena bantuan jin lain yang ada didalam dirinya.

Para ulama juga menegaskan bahwa anak indigo yang diklaim memiliki indera keenam dan mampu melihat jin, bukanlah suatu keistimewaan apalagi kewajaran. Justru sebaliknya, bisa jadi anak indigo terindikasi terkena gangguan jin atau setan, baik pada penglihatannya, hatinya, maupun pendengarannya.

Maka dari itu, ia harus disembuhkan. Salah satunya dengan cara diruqyah. Peristiwa seorang anak yang tampak melihat gangguan jin seperti ini pernah juga terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengobati seorang anak yang terkena gangguan jin pada matanya sehingga tampak sorotan matanya yang ganjil dan tatapannya yang bias, tidak terarah. Setelah anak itu dibawa oleh ibunya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan punggungnya dihadapkan kepada Rasulullah maka beliau memukul punggungnya sambil bersabda “Keluarlah wahai musuh Allah! Keluarlah wahai musuh Allah!” kemudian anak itu menatap dengan pandangan yang sehat, tidak seperti pandangan sebelumnya. Lalu Rasulullah mendudukkannya di hadapannya seraya berdoa untuknya kemudian mengusap wajahnya. (HR. At Tirmidzi)
Lalu bagaimana dengan anggapan sebagian orang bahwa anak indigo mampu menyembuhkan orang sakit? Benarkah demikian?

Kemampuan seorang anak yang tiba-tiba mengobati berbagai macam penyakit merupakan fenomena yang tidak masuk akal, namun faktanya memang ada. Di tengah masyarakat, fenomena ini dikenal dengan sebutan ‘dukun tiban’.

Menurut para ulama, kemampuan seseorang yang tiba-tiba mampu mengobati berbagai macam penyakit tanpa harus belajar di bangku kuliah adalah sesuatu yang mungkin dan ini terjadi karena bantuan jin atau setan.

Peristiwa ini bahkan terjadi di zaman para ulama masa lampau, Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam kitab Luqath Al Marjan mengisahkan bahwa ketika Zaid bin Wahab berperang di suatu jazirah, pada suatu malam ia didatangi seorang laki-laki yang berjanji akan mengajarkannya ilmu kedokteran dengan mengatakan,
“Apabila seseorang yang sakit menyebutkan penyakitnya kepadamu maka apapun yang terlintas dihatimu bahwa itu obatnya maka benar-benar itulah obatnya.”
Jadi bisa saja, jin mengajarkan metode penyembuhan kepada seseorang dengan memberitahu obat atau penawar rasa sakitnya. Namun jika indera keenam ini diyakini berasal dari bantuan jin dan dianggap sebuah penyimpangan, apakah kemampuan melihat makhluk halus itu harus dihilangkan?

Para ulama sepakat bahwa orang yang terkena gangguan jin harus disembuhkan baik gangguan jin atau setan itu menyebabkannya dirugikan maupun diuntungkan sebab dalam keadaan apapun dan kapanpun, jin atau setan tidak akan pernah memberikan keuntungan kepada manusia kecuali jin atau setan itu sendiri yang merasa diuntungkan dengan menyesatkan umat manusia.

Oleh karena itu, anak indigo yang dianggap memiliki indera keenam dan memiliki kemampuan supranatural harus disembuhkan dengan menutup penglihatan mata batinnya agar ia kembali hidup normal di alam manusia dan layaknya manusia lainnya.

Selain itu, sebagian ahli medis menegaskan bahwa anak indigo mengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) yaitu semacam gangguan perkembangan dan keseimbangan aktivitas motorik anak sehingga menyebabkan aktivitasnya tidak lazim dan cenderung berlebihan.

Maka dari itu, penanganan terhadap anak indigo sebaiknya dilakukan sejak anak masih berusia dini sebelum ia terlanjur jauh berinteraksi dengan jin atau setan sebab anak indigo biasanya dirasuki oleh jin yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan leluhurnya, kemudian setelah leluhurnya meninggal dunia maka jin itu akan berinteraksi dengan keturunannya. Wallahu a’lam bishshawab.