Yerusalem Palestina Adalah Urat Nadi Umat Islam

Yerusalem atau Al Quds dalam bahasa Arab adalah kota suci tiga agama: Islam, Nasrani, dan Yahudi. Kota ini menjadi kontroversi dan penuh pergolakan untuk sebuah ambisi menguasai Al Haram Asy Syarif ini. Di kawasan Al Haram Asy Syarif, berdiri Masjidil Aqsha dan Kubah Shakhrah atau Dome Of The Rock. Di dalam kubah berwarna emas tersebut, terdapat sebuah batu besar yang dipercaya menyimpan rahasia Ilahi dan mempengaruhi perkembangan agama samawi.

Bagi umat Islam, Yerusalem adalah urat nadi karena ada Masjidil Aqsha seluas 14,4 hektar yang merupakan tempat tersuci ketiga setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, sedangkan batu besar di dalam Kubah Shakhrah diyakini sebagai tempat berpijaknya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam saat melaksanakan Isra Mi’raj menuju langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha.
“Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Israa’: 1)
Selain itu sejarah mencatat, Masjidil Aqsha juga pernah menjadi kiblat bagi umat muslim di seluruh dunia sebelum perintah Allah subhanahu wa ta’ala turun dan mengubah arah kiblat ke Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi.
“Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, Maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. dan Sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 144)
Tidak hanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memiliki jejak di wilayah Yerusalem dan Masjidil Aqsha, para nabi utusan Allah mulai dari Nabi Adam ‘alaihi salam juga pernah singgah ke tempat ini.

Menurut kepercayaan agama Nasrani, Jacob atau Nabi Ya’qub ‘alaihi salam pernah tidur di batu besar yang kini berada dalam Dome of the Rock dan bermimpi melihat tangga menuju langit. Agama Yahudi pun meyakini bahwa di batu itulah tempat Abraham atau Nabi Ibrahim ‘alaihi salam mengurbankan anaknya Ishaq lalu Luh-luh Nabi Musa ‘alaihi salam atau kitab taurat asli yang dulu pernah hilang dipercaya juga berada tepat di bawah Dome of the Rock.

Tidak heran kaum Yahudi meyakini bahwa Yerusalem adalah tanah yang dijanjikan tuhan untuk mereka melalui Nabi Musa ‘alaihi salam, mereka bersikeras memiliki hak penuh atas tanah yang mulia ini. Sementara bangsa Arab Palestina meyakini bahwa mereka telah menjadi penduduk asli tanah Yerusalem justru sebelum Bani Israil atau orang Yahudi datang ke tanah itu.

Inilah yang membuat pergolakan antara bangsa Arab Palestina dengan bangsa Yahudi Israel terus berkecamuk hingga hari ini.

Selain Masjidil Aqsha, berdiri kokoh Gereja Makam Kudus yang menjadi tujuan ziarah orang Nasrani seluruh dunia. Tempat suci ini menyimpan kisah kematian Yesus, penyaliban, hingga kebangkitannya. Sementara di sisi barat, tembok ratapan menjadi sentral dan sakralnya puncak spiritualitas keyakinan Yahudi dan persatuan bangsanya. Tempat berdoa umat Yahudi ini dibangun Herodes pada zaman Nabi Sulaiman.

Konflik kedua negara mulai memanas sejak akhir 1948. Pasca Perang Dunia II, PBB mengeluarkan resolusi yang menyatakan bahwa tempat suci bangunan keagamaan dan situs bersejarah di Palestina harus dilindungi dan terbuka untuk umum mengingat nilai sejarah dan keberadaannya. Namun Israel mengingkari resolusi itu, akhir 1948 tercatat 85% wilayah Yerusalem dikuasai oleh Israel. Pemerintah Yordania hanya mengontrol 11% wilayah dari tepi barat meliputi kompleks tua Baitul Maqdis serta pemukiman di sekitarnya.

Tepatnya September 1996, lagi-lagi Israel berulah. Mereka membuat terowongan di dekat tanah Al Aqsha, Kolong Al Aqsha digempur dan tanah di bawahnya digali dengan berbagai dalih. Hingga akhirnya pada tahun 2000 terjadi konflik besar-besaran antara anak-anak muda Palestina dengan pasukan keamanan Israel. Sebanyak 3.300 jiwa anak muda Palestina wafat dalam peristiwa yang dikenal sebagai Al Aqsha Intifadha.

Seusai peristiwa ini, pemerintah Israel langsung melarang warga Palestina yang berusia 18-49 tahun memasuki Al Aqsha dengan mengerahkan pasukan bersenjata lengkap dan hanya orang tua renta di atas 50 tahun yang boleh masuk ke kawasan Masjidil Aqsha ini.
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al Maaidah: 82)
Penjajahan Zionis Israel tidak hanya dilakukan di Masjidil Aqsha, Hebron salah satu kota suci di Palestina kini nasibnya sangat memprihatinkan. Terletak di tepi barat sekitar 30km dari selatan Yerusalem, kota dengan gelar Al Khalil ini merupakan kota para nabi.

Di bukit desa Mambruk terletak makam nabi-nabi dari ketiga agama samawi: Nabi Ibrahim ‘alaihi salam beserta istri pertamanya Siti Sarah, anaknya Nabi Ishaq ‘alaihi salam dengan istrinya Rifqah, serta Nabi Ya’qub ‘alaihi salam beserta sang istri Lea. Di atas bukit inilah terdapat Masjid Ibrahim. Sebagaimana Masjidil Aqsha, Masjid Ibrahim juga merupakan situs yang diperebutkan Israel dan Palestina. Umat muslim masih beribadah di dalamnya namun pada hari-hari tertentu Yahudi menutup masjid karena digunakan untuk ibadah di Sinagog mereka.

Tumbuh di wilayah konflik Palestina-Israel, para remaja bahkan hingga anak-anak muslim di Palestina telah ikut mempersiapkan menjadi prajurit Allah untuk mempertahankan wilayah kota tua Yerusalem khususnya Masjidil Aqsha.

Ukhuwah merupakan salah satu dari tiga unsur kekuatan yeng menjadi karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  1. Kekuatan iman dan aqidah,
  2. Kekuatan ukhuwah dan ikatan hati,
  3. Kekuatan kepemimpinan dan senjata.
Dengan ketiga kekuatan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun masyarakat terbaik dan ideal, memperluas islam, dan mengangkat  bendera tauhid.

Ukhuwah tidak bisa dibeli dengan apapun, sikap ini hanya bisa muncul dari ikatan hati dan keimanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Mukmin satu sama lainnya bagaikan bangunan yang sebagiannya mengokohkan bagian yang lainnya.” (HR. Bukhari)
Kini umat muslim Palestina terluka akibat kebrutalan zionis Yahudi. Inilah saat umat muslim seluruh dunia untuk merapatkan barisan. Disinilah para mujahid bermunculan untuk membela ketidakadilan yang menimpa para muslim lainnya. Seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Ath Thabrani.
“Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berada di atas kebenaran, mengalahkan musuh-musuhnya dan orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka kecuali sedikit musibah semata. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya datang urusan Allah” “Wahai Rasulullah, dimanakah kelompok tersebut?” tanya para sahabat “Mereka berada di Baitul Maqdis dan serambi Baitul Maqdis.” (HR. Ath Thabrani)
Setiap kebatilan dan kerusakan pasti ada ganjarannya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang kebinasaan kaum Yahudi akibat kebatilan yang disebarkan di atas muka bumi.
“Dan Telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi Ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya kami kembali (mengazabmu) dan kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al Israa’: 4-8)
Sejatinya kaum muslim adalah umat yang besar, kuat, dan mulia. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan dalam sabdanya:
“Bahkan kalian pada waktu itu banyak jumlahnya, akan tetapi kalian seperti buih banjir, dan Allah menghilangkan kewibawaan kalian dari hati musuh kalian serta melemparkan ke dalam hati kalian kelemahan.” “Apakah penyebab kelemahan tersebut?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan “Cinta dunia dan benci kematian.” (HR. Abu Dawud)
Masjidil Aqsha di Yerusalem merupakan waqaf umat islam yang harus dipertahankan sampai kapanpun. Kepedulian sekecil apapun melalui harta, jiwa, maupun doa dari seluruh umat Islam, Insya Allah akan mampu meringankan perjuangan umat muslim di Palestina. Doa orang beriman kepada saudaranya tanpa sepengetahuan mereka adalah makbul. Insya Allah.