Larangan Berlama-lama Di Dalam Toilet [WC/Kamar Mandi]

Perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat telah menciptakan tren hidup yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Salah satu yang paling baru dan paling aneh adalah kebiasaan berlama-lama di toilet sambil bermain handphone atau bermain game.

Tren ini semakin nyata dalam  kehidupan sehari-hari, berdasarkan sebuah riset yang dilakukan beberapa tahun yang lalu terbukti bahwa 7% penggila game ponsel menyelesaikan game mereka di toilet. Itu sebabnya seorang penulis blog pernah menawarkan 7 jenis game yang cocok dimainkan saat berada di toilet. Tren ini tentu menimbulkan tanya, apakah berlama-lama di toilet itu dibenarkan dalam syariat agama?

Tentu saja berlama-lama di toilet, tidak dibenarkan dalam syariat karena selain kotor, toilet adalah tempat yang paling disenangi setan. Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya toilet ini dihadiri setan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Setan menyukai toilet karena tempatnya najis, jauh dari dzikir, dan tempat manusia membuka aurat. Karena toilet adalah tempat kotor bagi setan maka tidak selayaknya manusia suka berdiam di toilet apalagi untuk tempat istirahat, bermain game. Manusia yang hobi berdiam di kamar mandi atau toilet berarti telah menyimpang dari fitrahnya. Atas dasar ini, para ulama memandang makruh duduk berlama-lama di dalam toilet jika tanpa keperluan.

Ibnu Taimiyyah pernah mengatakan, jangan berlama-lama di tempat itu tanpa keperluan karena berdiam lama di tempat itu adalah makruh. Itu adalah tempat setan dan tempat dibukanya aurat. Karena itulah kepentingan kita di toilet sangat dibatasi hanya untuk buang hajat atau untuk mandi atau kebutuhan lain yang terkait dengan itu sehingga ketika hajat telah selesai maka kita harus segera keluar.

Untuk itulah, bagian dari adab sopan santun ketika di toilet adalah fokus dengan menunaikan hajat dan tidak menyibukkan diri dengan aktivitas yang lain. Dalam Kitab Syarah Mukhtashar Al Khalil dinyatakan bagian dari adab ketika buang hajat adalah diam ketika buang hajat dan ketika melakukan aktivitas terkait lainnya seperti istinja atau cebok kecuali jika ada urusan yang sangat mendesak.

Selain itu, berdiam diri di dalam toilet dalam waktu yang lama tanpa keperluan berarti membuka aurat tanpa alasan. Tidak dibolehkan bagi seseorang membuka auratnya tanpa alasan walaupun dia sedang sendiri. Terkait dengan ini Muawiyah bin Haida pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, Apa yang boleh dan yang tidak boleh?” Beliau menjawab “Jagalah auratmu kecuali dari istrimu dan hambamu.” Muawiyah berkata “Jika seorang laki-laki bersama dengan laki-laki?” Dia berkata “Jika engkau dapat menjaga agar tidak ada seorang pun yang melihat auratmu maka lakukanlah.” Dia berkata lagi “Jika sedang sendiri?” Beliau berkata “Kepada Allah ia lebih layak untuk malu.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)
Terkait dengan aktivitas di toilet, apakah larangan beraktivitas di kamar mandi ini termasuk larangan makan dan minum?

Ulama kontemporrer menjelaskan kamar mandi adalah tempat untuk buang hajat saja sehingga tidak selayaknya berdiam lama di kamar mandi kecuali sebatas menyelesaikan hajatnya, sementara makan dan minum di kamar mandi menyebabkan seseorang terlalu lama di kamar mandi yang tidak selayaknya dilakukan.

Disamping itu, dilihat dari sisi kesehatan kebiasaan berlama-lama di toilet termasuk untuk bermain game ternyata juga berdampak buruk. Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang kita habiskan duduk di toilet, semakin besar kemungkinan kotoran anda menumpuk akibatnya justru akan menimbulkan penyakit. Wallahu a’lam.