Kondisi Yang Membolehkan Kita Menolak Orang Yang Memohon Bantuan

Menolong dan meringankan beban orang lain merupakan amal shalih yang menggiurkan ganjarannya. Akan tetapi kita seringkali dihadapkan pada banyaknya penipuan dan tindak kriminal lain yang mengatasnamakan orang kesusahan. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu punya perasaan ingin menolong orang lain apalagi bila orang lain itu dalam keadaan kesulitan dan darurat bahkan hal ini merupakan amal shalih yang luar biasa di mata Allah subhanahu wa ta’ala. Akan tetapi kebaikan dan amal shalih semacam ini belakangan seringkali dimanfaatkan orang untuk melancarkan aksi kriminal. Tak sedikit peristiwa perampokan, penodongan, atau perampasan terjadi karena niat baik korban yang awalnya ingin menolong dan ternyata itu adalah jebakan.

Karena seringnya kasus-kasus demikian itu saat dihadapkan pada kondisi demikian misalnya melihat orang yang minta tolong di pinggir jalan, orang yang ingin menumpang, atau orang yang ingin memberi sesuatu, sementara kita tidak mengenalnya kadang-kadang terjadi gejolak batin didalam diri kita. Didalam hati ingin sekali menolong tetapi di sisi lain ada rasa khawatir, jangan-jangan orang yang tampak membutuhkan pertolongan itu hanyalah jebakan dari penjahat. Lalu apa yang harus dilakukan?

Menolong sesama memang sangat dianjurkan dalam agama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan orang lain, niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Dalam kesempatan lain beliau juga bersabda:
“Barangsiapa menolong saudaranya maka Allah mencatat baginya tujuh kebaikan bagi setiap langkah yang diayunkannya dalam rangka membantu saudaranya itu.” (HR. Thabrani)
Dengan demikian, menolong orang lain atau meringankan beban dan kesulitan orang lain merupakan amal shalih yang menggiurkan akan tetapi ada kondisi yang membolehkan kita menolak permintaan tolong tersebut misalnya ketika itu kemampuan kita tidak mendukung. Sebagai manusia kita tentu pernah mengalami kondisi semacam itu, hanya Allah-lah yang Maha Besar dan selalu kuasa mengabulkan setiap permintaan hamba-Nya.

Kondisi lain yang membolehkan kita menolak permohonan bantuan adalah ketika bantuan yang diminta dapat menjerumuskan ke dalam dosa seperti contohnya meminta tolong untuk mencelakakan orang lain maka kita mempunyai hak untuk menolak permintaan bantuan tersebut dan tentu juga termasuk menolak permintaan bantuan yang diyakini secara pasti atau diduga kuat sebagai modus penipuan. Menolak permintaan semacam itu bahkan bisa jadi wajib demi menjaga jiwa dan harta.

Dalam hukum Islam juga berlaku kaidah menangkal bahaya harus didahulukan daripada meraih keuntungan. Lalu bagaimana bila ternyata orang yang meminta tolong itu jujur dan benar-benar membutuhkan bantuan?

Untuk mengatasi hal ini kita bisa mencari teman atau melapor kepada yang berwajib lalu kembali ke tempat orang itu meminta pertolongan. Bila benar-benar membutuhkan bantuan maka bantuan yang akan didapat Insya Allah akan lebih efektif dan bila menipu tinggal menangkap saja. Wallahu a’lam.