Keistimewaan Bersegera Mendatangi Masjid Pada Hari Jum’at

Shalat Jum’at bagi kaum muslim bukan hanya sebuah ibadah rutin yang dilaksanakan setiap hari Jum’at. Akan tetapi, disekelilingnya terdapat ladang amal yang amat luas bagi siapa saja yang mau mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah yang menyertai shalat Jum’at maka kita akan tercatat tidak sekedar menjalankan kewajiban dan karenanya mendapatkan ganjaran shalat wajib tetapi juga dicatat oleh malaikat dan mendapatkan tambahan pahala berlimpah di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Salah satu amalan sunnah yang menyertai kewajiban shalat Jum’at adalah bersegera mendatangi masjid sebelum khatib menaiki mimbar. Lalu apa rahasianya harus datang lebih awal ke masjid pada hari itu?

Dengan bersegera mendatangi masjid pada hari Jum’at, malaikat akan mencatat dalam buku catatannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
“Pada setiap pintu dari pintu-pintu masjid pada hari Jum’at terdapat dua orang malaikat yang mencatat orang-orang yang datang ke masjid secara berurutan. Jika Imam/Khatib telah duduk di atas mimbar maka buku catatan itu ditutup.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan An Nasa’i)
Terkait dengan hadits ini, Abu Umamah pernah ditanya,
“Wahai Abu Umamah, bukankah orang yang datang sesudah imam duduk di atas mimbar juga mendapatkan shalat Jum’at?” Ia menjawab “Tentu, tetapi ia tidak termasuk golongan yang dicatat dalam buku catatan.”
Bersegera menuju masjid dalam shalat Jum’at juga mendapat keutamaan seperti berqurban seekor unta berbanding sebutir telur. Keutamaan lainnya mendatangi masjid di awal waktu pada hari Jum’at dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika tiba hari Jum’at maka para malaikat berdiri di pintu-pintu masjid lalu mereka mencatat orang-orang yang datang sesuai dengan urutan waktu kedatangan mereka. Perumpamaan orang yang datang paling awal untuk melaksanakan shalat Jum’at adalah seperti orang yang berqurban unta, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berqurban sapi, dan yang berikutnya seperti orang yang berqurban kambing, yang berikutnya lagi seperti orang yang berqurban ayam, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berqurban telur maka apabila imam sudah muncul dan duduk di atas mimbar mereka menutup buku catatan mereka dan duduk mendengarkan dzikir/khutbah.” (HR. Ahmad)
Selain itu, bersegera menuju masjid pada shalat Jum’at menjadi salah satu syarat mendapatkan kesempurnaan pahala shalat Jum’at, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Aus bin Aus radhiyallahu ‘anhu,
“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at lalu segera berangkat ke masjid berjalan kaki dan tidak berkendara, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa senda gurau maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamul lail setahun.” (HR. Abu Dawud, Nasa'i, dan Ahmad)
Hadits yang mulia ini menjelaskan kepada kita bahwa seseorang yang melaksanakan shalat Jum’at sesungguhnya bisa meraih pahala berlipat bahkan setara dengan pahala berpuasa dan qiyamul lail selama setahun, namun dengan sejumlah syarat salah satunya adalah berangkat lebih awal ke masjid. Disini bersegera mendatangi masjid pada hari Jum‘at menjadi salah satu syarat bagi terpenuhinya seluruh syarat untuk meraih kesempurnaan pahala shalat Jum’at.

Betapa tingginya keutamaan yang didapat dengan bersegera mendatangi masjid pada hari Jum’at. Sedemikian mulia tingginya sehingga pada abad-abad pertama Islam, hari Jum’at disambut dengan gegap gempita oleh kaum muslim. Disambut dengan meriah dan marak.

Jika hari Jum’at tiba di pagi hari setelah terbit fajar, jalan-jalan sudah ramai dengan orang-orang yang berpakaian bagus, memakai wangi-wangian, dan mereka bergegas menuju masjid. Mereka berjalan menuju masjid Jami’ seperti halnya hari raya. Namun sayang, kebiasaan yang demikian indah dan mulia ini kini telah hilang ditelan zaman.

Oleh karena itu, seorang ulama menegaskan bahwa penyimpangan pertama yang dilakukan dalam Islam adalah tidak berangkat pagi-pagi menuju masjid untuk shalat Jum’at.