Kasus Jual Beli Barang Hasil Curian

Pada kasus jual beli barang bekas, seringkali kita tidak ketahui dari mana asalnya. Bisa jadi barang yang dijual memang berasal dari milik si penjual. Namun ada beberapa oknum yang menjual barang hasil dari curian. Tak jarang banyak juga yang tergiur karena harganya yang lebih murah. Apakah dalam Islam diperbolehkan membeli barang hasil curian? Jika kita tahu barang tersebut adalah barang hasil curian, apakah kita wajib mengembalikannya?

Berikut penjelasan dari Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA.: Kalau kita sudah tahu bahwa barang ini memang barang curian, artinya bukan milik si penjual maka dari awal kita tidak boleh untuk melakukan transaksi itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menyebutkan “Janganlah kamu menjual suatu barang yang bukan milik kamu.” Maksudnya menjual barang milik orang lain tanpa seizinnya bahkan itu adalah barang curian maka itu hukumnya tidak boleh.

Kalau sudah terlanjur transaksi jual beli itu, jual beli itu sendiri hukumnya tidak sah karena syarat dari jual beli adalah bahwa barang yang dijual oleh penjual itu memang betul-betul barang yang sah milik si penjual atau setidaknya penjual itu adalah mungkin dia itu perantara mendapatkan izin dari pemilik asli barang itu untuk menjual.

Tapi kalau barang itu dari awal sudah jelas adalah barang hasil curian, artinya bukan milik dia dan tidak punya izin untuk menjualkan barang itu maka dari awal transaksi seperti ini adalah transaksi yang tidak sah menurut syariat Islam. Jual belinya tidak sah dan kalau kemudian dari awal sudah tahu maka ini adalah perbuatan yang dosa selain juga jual belinya tidak sah. Harus dikembalikan lagi barangnya dan uangnya kita minta kembalikan lagi.

Tapi kalau kasusnya adalah kita tidak tahu ternyata  barang ini curian, tidak ada tanda-tanda sama sekali bahwa ini adalah barang yang tidak halal, sama sekali di luar kemampuan kita untuk mengetahuinya, dan sudah terjadi transaksi dan setelah itu, kemudian kita baru tahu bahwa ini adalah barang curian maka kalau masih bisa kita kembalikan maka kita kembalikan untuk kita batalkan perjanjian perjualbelian ini untuk kita kembalikan barangnya dan kita minta lagi uangnya kalau memang ini terbukti barang curian, sudah bisa valid informasinya.

Tapi kadang-kadang yang jadi masalah adalah kita hanya bisa curiga kayaknya atau jangan-jangan ini barang curian. Sebenarnya kalau kita tanyakan kepada penjualnya dia bilang “Demi Allah ini tidak curian” artinya ini terjadi perbedaan pendapat. Kita berangkat dari curiga, orangnya mengatakan “Demi Allah” kalau sudah demikian maka kita ikut apa yang dikatakan oleh si penjual itu kalau memang betul-betul tidak terbukti bahwa ini barang curian sehingga tidak mengapa kalau kemudian kita tetap menggunakan barang yang sudah kita beli dengan harta yang halal dan urusan bahwa ternyata dia tidak jujur dan sebagainya maka itu urusan dia dengan tuhannya.