Jin Sebenarnya Takut Dan Mudah Dikalahkan Oleh Manusia

Jin, setan, iblis, nama-nama yang jika disebutkan selalu membuat merinding banyak orang. Banyak orang yang merasa takut di kegelapan atau tempat-tempat yang sepi karena makhluk ini. Seakan makhluk halus ini memiliki kekuatan besar yang selalu mengancam setiap orang. Apakah memang demikian, bahwa jin itu memiliki kekuatan besar yang mengancam manusia sehingga perlu ditakuti?

Jin, setan, iblis, atau apapun namanya dari makhluk yang sejenis ini memang diberi beberapa kelebihan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Akan tetapi manusia lebih tinggi derajatnya daripada jin, karena itulah sebenarnya jin sangat takut pada manusia. Makhluk ini memiliki kelemahan dan tak sulit untuk mengalahkannya. Ketakutan jin pada manusia ini kemudian berbalik lantaran ulah manusia sendiri. Jin menjadi semakin berani. Namun karena jin berhasil menakut-nakuti manusia maka manusia menjadi takut pada jin.

Sebagai seorang muslim, seharusnya kita tidak boleh takut sama jin tetapi kita pun tidak menantang jin. Namun jika jin mengganggu, sudah sewajarnya manusia untuk melawannya. Al Qur’an mengingatkan kita:
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 175)
Itu sebabnya Imam Mujahid menyarankan pada kita bahwa setan itu sebenarnya sangat takut oleh salah seorang dari kita umat manusia.
“Oleh karena itu, apabila kamu mendapatinya maka janganlah takut karena kalau takut, ia akan menunggangi atau mengganggu kalian. Akan tetapi kerasi atau kasarilah dia, pasti dia akan pergi.”
Penjelasan Imam Mujahid ini berdasarkan pengalamannya sendiri menghadapi jin. Suatu malam ketika Imam Mujahid sedang melaksanakan shalat, tiba-tiba muncul makhluk sebesar anak laki-laki di hadapannya. Lalu Mujahid mendesak dia untuk ditangkap, akan tetapi ia bangun dan lompat ke belakang dinding sehingga terdengar suara jatuhnya. Setelah itu, ia tidak pernah datang lagi.

Itu sebabnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahu kita akan salah satu kelemahan jin yaitu dengan membacakannya surah As Sajdah. Jika kita membacanya hingga ayat ke 15 lalu kita sujud maka jin tak kuasa menahan tangisnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila anak Adam membaca surah As Sajdah kemudian ia sujud Sajdah ketika membaca ayat Sajdahnya ayat ke 15 maka setan akan pergi menangis sambil berkata ”Aduh celaka dan sialnya nasibku! Bani Adam diperintah sujud maka kemudian dia sujud maka baginya surga, sedangkan aku ketika diperintah sujud, aku menolak maka bagiku neraka”.” (HR. Muslim)
Tak hanya takut pada manusia, jin sebenarnya mudah dikalahkan oleh manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa kesempatan, mudah mengalahkan jin. Demikian pula para sahabatnya, ada yang sempat berkelahi dan berhasil menyelamatkannya.

Imam Bukhari meriwayatkan,
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mi’raj ke langit dengan mengendarai buraq didampingi malaikat Jibril, Rasulullah melihat jin Ifrit membuntuti dan mengejarnya sambil menyemburkan api untuk mencelakai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Melihat keadaan seperti itu, malaikat Jibril kemudian mengajarkan doa kepada Nabi yang bunyinya “Aku berlindung dengan Wajah Allah Yang Maha Mulia dan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak ada melampauinya, segala kebaikan maupun keburukan dari kejahatan apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya dan dari kejahatan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya, dari kejahatan fitnah di malam dan siang hari, dan dari kejahatan jalan-jalan di malam dan siang hari kecuali suatu jalan yang dilalui dengan kebaikan, Wahai Yang Maha Penyayang.” Setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa tersebut maka jin Ifrit yang membuntuti beliau, jatuh tersungkur lalu binasa dan obornya padam.
Dalam kesempatan lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berhasil menangkap jin yang tengah mengganggu shalatnya. Hal ini disebutkan dalam hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan juga Muslim,
Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat lalu datang setan dan merintangi shalatnya dan berbuat kasar untuk merusak shalatnya. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi kekuatan oleh Allah untuk mengalahkannya, maka Rasulullah mencekik setan itu. Saat itulah muncul keinginan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengikatnya di salah satu tiang di Masjid Nabawi agar bisa dilihat dan menjadi mainan anak-anak Madinah. Akan tetapi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ingat akan doa Nabi Sulaiman ‘alaihi salam sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an surah Shad ayat 35 "Ya Tuhanku, ampunilah Aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi". Karena ingat dengan doa Nabi Sulaiman itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengurungkan niatnya untuk mengikat setan karena menghormati Nabi Sulaiman yang telah diberikan karunia Allah menaklukkan jin.
Tak hanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengalahkan jin, para sahabatnya pun juga tidak merasa kesulitan untuk mengalahkan dan menaklukkan jin. Hal ini pernah dialami oleh sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Sang Pedang Allah Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu. Hal ini diceritakan oleh Abu Tufail,
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menaklukkan kota Makkah, beliau mengutus Khalid bin Al Walid ke daerah Nakhlah tempat keberadaan berhala Uzza. Akhirnya Khalid mendatangi Uzza dan ternyata Uzza adalah tiga buah pohon Samurah. Khalid pun lantas menebang ketiga buah pohon tersebut, ketiga buah pohon tersebut terletak di sebuah rumah. Khalid pun menghancurkan bangunan rumah tersebut. Setelah itu, Khalid menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaporkan apa yang telah dia kerjakan. Akan tetapi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam malah berkomentar “Kembalilah! Karena engkau belum berbuat apa-apa.” Akhirnya Khalid kembali ke tempat berhala Uzza. Ketika para juru kunci melihat kedatangan Khalid, mereka menatap ke arah gunung yang ada di dekat lokasi sambil berteriak “Wahai Uzza!” Khalid akhirnya mendatangi puncak gunung. Ternyata Uzza itu berbentuk perempuan telanjang yang mengurai rambutnya. Dia ketika itu sedang menuangkan debu ke atas kepalanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya. Khalid pun menyabetkan pedang ke arah jin perempuan Uzza sehingga berhasil membunuhnya. Setelah itu Khalid kembali menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaporkan apa yang dia kerjakan. Nabi pun berkomentar “Nah, itu baru Uzza.” (HR. An Nasa’i)
Dari pengalaman sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Khalid bin Walid ini menjadi bukti nyata bahwa jin sebenarnya tidak sulit untuk dikalahkan bahkan sebenarnya jin bisa dibunuh dengan pedang. Fakta mengejutkan justru dialami oleh sahabat mulia Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu, sahabat yang sederhana dan dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini bahkan pernah membunuh jin dalam sebuah perkelahian.

Ammar bin Yasir menuturkan sendiri pengalamannya,
“Aku ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerangi jin dan manusia”, lalu ada orang yang tertarik dengan cerita Ammar memerangi jin maka Ammar bin Yasir menjawab “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengiringku ke suatu sumur tempat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil air, lalu aku melihat setan dalam bentuknya, dia menyerangku dan aku pun menyerangnya sehingga kami terlibat dalam pergulatan. Suatu saat aku menghantam hidungnya dengan batu sekepalan tangan yang kutemukan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan “Ammar bertemu dengan setan di sumur dan dia membunuhnya” Ketika aku kembali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku dan aku pun menceritakan apa yang aku alami. Saat itu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata “Ammar bin Yasir mendapat pahala dari Allah dengan mengalahkan setan menurut ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.”
Dengan demikian, jin sebenarnya makhluk yang lemah dan mudah dikalahkan manusia bahkan bisa dibunuh dengan benda tajam atau benda keras.