Bolehkah Mengingatkan Orang Di Samping Kita Yang Shalat Sambil Mengantuk Dalam Shalat Berjama’ah?

Syariat Islam mewajibkan setiap muslim untuk menjalankan shalat dalam kondisi apapun, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Shalatlah dengan berdiri, apabila tidak mampu maka duduklah dan bila tidak mampu juga maka berbaringlah.” (HR. Bukhari)
Namun seringkali kita dapati orang mengantuk saat menjalankan shalat, bahkan tak jarang ada yang sempat terlelap atau tertidur sebentar ketika shalat mungkin ia lelah akan pekerjaannya ataupun karena yang lain. Pertanyaannya, apakah orang yang mengantuk saat shalat kemudian shalatnya menjadi batal? Lalu apa yang harus kita lakukan ketika sedang shalat berjama’ah sementara jama’ah di sebelah kita dalam kondisi mengantuk? Bolehkah kita menyenggol atau menepuknya agar ia terbangun?

Berikut penjelasan Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA.: Shalat dalam keadaan mengantuk itu sebenarnya agak dimakruhkan karena kita jadi tidak bisa konsentrasi kepada Allah dan tidak bisa paham apa yang sedang kita baca atau kita ucapkan tetapi shalat sambil mengantuk itu tidak membatalkan shalat. Mengantuk itu hanya sekedar reaksi saja.

Yang membatalkan itu adalah kalau betul-betul tidur, itupun tidurnya dalam arti bersandar pada sesuatu, entah pada dinding, tiang, tubuh orang lain, maka barulah tidur itu membatalkan shalat termasuk juga membatalkan wudhu. Tetapi kalau hanya mengantuk dan tidak sampai tertidur yang pulas yang bersandar pada satu titik tertentu sebenarnya itu tidak membuat shalatnya menjadi batal hanya saja memang dimakruhkan.

Kalau memang kondisi kita sangat mengantuk dan capek, sebaiknya tidak usah shalat dulu saja. Jadi kalau kita bicara shalat sunnah, misalnya kita shalat tahajud, shalat tarawih, dan sebagainya, tapi kalau shalatnya adalah shalat fardhu memang mau tidak mau kita harus ikut berjama’ah dan oleh karena itu walaupun mengantuk sekalipun kita tetap shalat dan shalatnya ini tidak batal hanya saja kurang pahalanya.

Kita yang ada di samping teman kita yang mengantuk seperti itu sebenarnya tidak ada kewajiban/keharusan untuk mengingatkan atau dengan cara menyenggol atau menepuknya karena memang itu kondisi dia walau bagaimanapun juga tetap saja dia mengantuk dan dalam keadaan dia capek atau lelah maka tidak ada keharusan bagi kita yang shalat di samping teman kita yang mengantuk itu untuk mengingatkan dengan menyenggol atau menepuknya.

Biarkan saja dia dengan mengantuknya, kalaulah dia sampai shalat kemudian dia jatuh maka memang shalatnya menjadi batal. Tapi tidak ada keharusan kita untuk mengingatkan karena nanti akan terjadi hal-hal yang malah tidak berimbang, kitanya sendiri shalatnya malah jadi masalah karena kita melakukan gerakan yang sebenarnya dalam shalat itu malah tidak dibenarkan. Tidak ada perintah untuk mengingatkan teman kita yang sedang mengantuk.

Kalaupun ada perintah itu adalah menghalangi orang yang mau lewat, itu boleh. Memang itu perintahnya. Tapi kalau perintahnya untuk menegur atau mengingatkan orang yang sedang mengantuk sebenarnya tidak kita temukan perintahnya dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.