Apakah Tambahan Kode Unik Pada Uang Yang Ditransfer Untuk Transaksi Online Termasuk Riba?

Pada zaman sekarang ini, banyak metode transaksi jual beli online yang dilakukan oleh pedagang yang masih sangat baru di kalangan masyarakat adalah membuat ketentuan kode unik pada produk yang harus ditransfer oleh pembeli.

Misalnya harga barang sebesar Rp80.000 maka pembeli akan membayar dengan transfer sejumlah Rp80.001. Para pedagang beralasan hal ini untuk mempermudah pelacakan biaya yang sudah ditransfer oleh pembeli. Artinya, ada sedikit biaya yang ditambahkan diluar dari harga yang tercantum pada katalog produk.

Lalu bagaimana pandangan syariat mengenai hal ini? Apakah penambahan biaya diluar harga katalog tersebut termasuk riba?

Berikut penjelasan Ustadz Sarwat: Kode unik yang disepakati oleh kedua belah pihak baik antara penjual dan pembeli ini sangatlah membantu khususnya kalau kita transfer uang dari bank karena memang tidak ada informasi bahwa ini uang dari siapa maka dikasihlah kode unik. Rp1 pada contoh di atas itulah kode unik. Apakah Rp1 ini riba atau tidak?

Jawabannya bukan riba. Ini bukan utang piutang. Ini adalah kesepakatan antara penjual dan pembeli untuk mentransfer sejumlah uang.  Ini adalah sesuatu yang nilainya kecil sekali, tidak berpengaruh dalam transaksi apapun lagi pula kedua belah pihak baik penjual dan pembeli sama-sama sepakat dan ridha, ibaratnya misalnya kita makan di warung tegal, kadang-kadang nasinya pun tidak dihitung ada berapa ribu butir nasi yang kita makan apakah harus tepat seribu butir nasi?