Aksi Sulap Menurut Syariat Agama Islam

Pertunjukan sulap memang seringkali membuat kita tercengang karena trik-trik yang mengagumkan dari yang umum hingga yang ekstrim seperti menangkap peluru, menelan pedang, hingga mengubur diri hidup-hidup. Para pesulap berusaha melakukan hal yang dirasa tidak mungkin oleh publik dengan berbagai trik berbahaya yang ditunjukkan agar publik terpukau dengan aksinya hingga tidak jarang mereka menempatkan diri mereka dalam situasi beresiko hanya demi menghibur publik.

Namun karena sulap adalah salah satu buah karya manusia, aksinya pun tidak selamanya berjalan sempurna. Tidak sedikit pesulap yang gagal melakukan trik berbahaya. Aksi sulap ekstrim memang tidak jarang gagal dilakukan bahkan hingga mengorbankan nyawa orang yang disayangi dan nyawa si pesulap sendiri.

Setiap trik pesulap ekstrim tentu memiliki resiko yang berbahaya bagi yang melakukannya hingga sedikit kesalahan fatal akan berdampak sangat buruk bahkan dapat mematikan. Lalu bagaimana sebenarnya Islam memandang aksi sulap?

Sulap atau dalam bahasa Arab disebut dengan istilah Sya’wadzah atau Al Sya’badzah adalah kejadian diluar kebiasaan rata-rata manusia. Jika kita meneliti fakta sulap maka paling tidak bisa kita kategorikan:
  1. Sulap yang murni sebatas permainan ketangkasan, keterampilan, dan kecepatan tangan yang bisa dijelaskan secara ilmiah maka hukumnya boleh karena termasuk sains. Berkaitan dengan sains, hukum asalnya adalah boleh selama tidak ada unsur-unsur yang diharamkan.
  2. Sulap yang ada unsur ilusi dan memperdaya orang lain maka ini sebagai bagian dari sihir termasuk perbuatan yang diharamkan karena ada unsur menipu dan memperdaya orang lain. Apalagi jika dimaksudkan untuk menimpakan keburukan kepada orang lain. Sihir seperti inilah yang dulu pernah terjadi di masa Fir’aun. Allah berfirman yang artinya: “Berkata Musa: "Silahkan kamu sekalian melemparkan". Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.” (QS. Thaahaa: 66) “Musa menjawab: "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena'jubkan).” (QS. Al A’raaf: 116) Hal-hal yang dilakukan para tukang sihir jenis ini adalah sesuatu yang tidak sebenarnya bahkan hanya penipuan dan khayalan yang dilakukan pesulap untuk mengundang perhatian mata orang kepada apa yang dilakukannya.
  3. Sulap yang lahir karena bantuan jin dengan membaca mantra-mantra dan menjalani ritual yang bertentangan dengan syariat sebab seperti inilah yang disebut dengan sihir yang sebenarnya. Biasanya pelaku sulap bisa melakukan adegan-adegan yang diluar jangkauan manusia biasa, seperti memakan benda-benda tajam, kekebalan, terbang, berjalan di atas air, dan lain sebagainya. Hukumnya jelas dilarang bahkan termasuk syirik yang mengakibatkan kekufuran karena Allah telah melarang manusia meminta bantuan kepada jin dalam firman-Nya yang artinya: “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin: 6) Jumhur ulama telah menyatakan bahwa mempelajari, mengajarkan, dan mengamalkan hal ini adalah dilarang karena Al Qur’an menjelaskan bahwa sihir semacam ini dalam sesuatu yang tergolong celaan dan mengkategorikannya sebagai kekufuran. 
Karena itu, sudah seharusnya kita lebih selektif dalam memilih apa yang menjadi tontonan kita. jangan biarkan sebuah tayangan merusak aqidah kita sebagai muslim.

Kerjakanlah apa yang bermanfaat bagi hidup kita karena diantara tanda baiknya seorang muslim adalah ia meninggalkan hal yang sia-sia dan yang tidak bermanfaat dan waktunya diisi hanya dengan hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya, sedangkan tanda orang yang tidak baik Islamnya adalah sebaliknya. Wallahu a’lam bishshawab.