Tahapan Menjadi Mukmin Yang Berkualitas

Setiap orang yang ada di dunia ini tentu memiliki keinginan untuk memperbaiki dirinya menjadi lebih baik di setiap waktu terutama bagi umat muslim yang ingin meningkatkan keimanan kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar bisa menjadi hamba-Nya yang terbaik.

Maka dari itu, banyak orang yang mencoba melakukan usaha untuk menunjukkan kualitas dirinya sebagai seorang mukmin dengan melakukan tahapan berikut ini:

Hijrah

Hijrah merupakan tingkatan pertama yang sudah tidak asing lagi didengar oleh kaum muslim dimana hijrah adalah masa transformasi dari hitamnya kegelapan menuju terangnya cahaya kehidupan. Namun dalam tahapan yang satu ini masih begitu banyak kekurangan di dalam diri seseorang yang harus diperbaiki agar niatan tulus yang kita inginkan tercapai sesuai harapan. Di dalam Al Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan keistimewaan orang yang berhijrah sebagaimana firman-Nya yang artinya:
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi Ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh Telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisaa’: 100)

Hamasah

Kemudian tingkatan kedua untuk seseorang yang ingin menunjukkan kualitas dirinya sebagai mukmin adalah Hamasah. Dimana hamasah tersebut adalah masa mulainya semangat-semangat untuk memperbaiki diri yang terkadang diri masih sering malas atau menurunnya semangat.

Itulah mengapa jika seseorang sedang hijrah, mereka selalu menyemangati dirinya sendiri dengan mengatakan “Keep Hamasah” atau yang berarti “Tetap Semangat” karena pada kenyataannya ketika seseorang telah hijrah pasti banyak sekali cobaan menerpa yang mengakibatkan hadirnya rasa malas.

Untuk itu, agar terhindar dari penyakit malas ini, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan selalu mendekati diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan berteman dengan orang-orang yang shalih dan shalihah yang Insya Allah dapat memberi motivasi untuk memperbaiki diri.

Istiqamah

Istiqamah merupakan tingkatan ketiga untuk seseorang yang ingin menunjukkan kualitas dirinya sebagai seorang mukmin. Istiqamah ini adalah kondisi dimana iman relatif stabil karena sudah punya amalan andalan untuk menjaga hati agar tetap dalam semangat takwa. Karena dalam tingkatan ini, seseorang akan menemukan jati dirinya, apakah ia akan konsisten atau hanya sekedar ingin tahu?

Istiqamah sendiri dilakukan hanya untuk mereka yang betul-betul yakin akan kebenaran atas Islam dengan tidak menukar dengan kepercayaan lain serta konsisten dalam menjalankan ibadah dan menjauhi kemungkaran. Maka jika hal tersebut telah ia lakukan dengan hati yang ikhlas, malaikat pun akan turun dengan membawa berita baik kepadanya sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu".” (QS. Fushshilat: 30)
Dalam hal ini sesungguhnya orang yang istiqamah selalu kokoh dalam menjaga akidahnya dan tidak akan goyah keimanannya dalam menjalani tantangan hidup, walaupun dalam keadaan “kantong kering” atau pun "kantong tebal”, dihadapi oleh bermacam-macam hal yang haram, hingga dicaci maki dan dihujat karena sekali sudah konsisten maka tidak akan ada yang mampu mengubah keistiqamahannya.

Qudwah

Qudwah merupakan tingkatan untuk seseorang yang ingin menunjukkan kualitas dirinya sebagai seorang mukmin dimana qudwah sendiri adalah mereka yang istiqamah dan mampu memberikan banyak manfaat kepada umat sehingga mereka dijadikan contoh dalam kebaikan.

Dalam tingkatan ini, biasanya seseorang telah menjadi teladan dan panutan untuk menyiarkan agama, memberikan motivasi-motivasi serta manfaat-manfaat kepada umatnya dimana yang artinya dia telah berhasil menjalani setiap tingkatan sampai pada akhirnya dapat menerapkan dan memberikan ilmu yang telah ia dapat kepada orang lain agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Itulah keempat tingkatan kualitas diri seorang mukmin, semoga dengan ketulusan dan keikhlasan yang kita terapkan dalam menjalani keempat tingkatan tersebut dapat menjadikan kita semua sebagai seorang mukmin yang taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan memiliki pribadi yang lebih baik lagi tanpa harus memikirkan komentar banyak orang di luar sana. Aamiin.