Pesan Penting Dalam Menasehati Orang Tua Agar Segera Diberikan Hidayah

Bagaimana cara menasehati orang tua karena sesungguhnya menasehatinya kita khawatir akan menyinggung perasaannya, maka sebelum kita menyampaikan tentang apa yang harus kita lakukan ketika berhadapan dengan orang tua kita, kita harus mengerti sesungguhnya orang tua itu merupakan pintu tengah surga.

Tidak ada kebaikan yang Allah segerakan kontan balasannya di dunia sebelum balasannya di akhirat kecuali berbuat baik kepada orang tua. Dan tidak ada kejahatan yang Allah segerakan balasannya di dunia sebelum kejahatan itu dibalas oleh Allah di akhirat yaitu kejahatan kepada orang tua.

Tetapi ketika kita ingin mengharapkan kebaikan dalam diri mereka maka yang ingin kami sampaikan dan ingin kami tekankan, jangan pernah kita mencela kegelapan tanpa kita membawa lentera. Inilah perkara yang harus kita sadari bersama sebelum kita berhadapan dengan orang tua, sebelum kita memeluknya dengan hidayah yang ingin kita sampaikan.

Banyak anak dalam fenomena hari-hari ini mereka ingin mengharapkan orang tua itu memahami apa yang dipahami oleh sang anak. Kemudian sang orang tua tidak memahami segera apa yang diinginkan oleh sang anak, banyak anak yang kemudian mencela orang tuanya dan inilah tipe diantara orang yang tadi dikatakan dia mencela kegelapan tetapi tidak membawa lentera.

Ketika kita tidak ingin menjadi bagian dari sifat yang semacam itu, yang harus kita lakukan yaitu sebelum kita membuka pintu hidayah dan mengetuk pintu hidayah kepada orang tua yang kita cintai adalah berdoalah yang banyak di waktu-waktu yang mustajab. Buka pintu langit dengan doa yang kita panjatkan kepada Allah, karena sesungguhnya doa itu merubah yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan doa itu merubah yang mustahil menjadi terjadi dan itu melalui doa. Berapa banyak ketika kita mengharapkan kebaikan tetapi kita lupa untuk berdoa kepada orang yang kita cintai supaya hidayahnya dibuka oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Setelah kita mengoptimalkan doa kita kepada orang yang kita cintai dimana doa itu mengubah yang mustahil menjadi mustajab, maka yang kita lakukan adalah menyampaikan dengan cara yang baik dengan metode yang beragam. Tidak selalu metode yang kita pakai adalah metode yang kaku. Misalnya Mungkin kita menggenggam tangan orang tua kita datang ke tempat satu kajian dimana tempat kajian itu membahas tentang tema yang ingin kita sampaikan kepada orang tua, ibaratnya pinjamlah kata dari orang yang lebih shalih untuk menyampaikan apa yang kita inginkan supaya mengetuk pintu hidayah bagi orang tua kita. ketika kita menggenggam tangan mereka datang ke tempat kajian ternyata ditampik orang tua kita maka sabarlah.

Tidak semua itu dimudahkan dalam kehidupan kita karena sesungguhnya kalau semua dimudahkan dalam kehidupan kita justru kita tidak mendapatkan pahala kesabaran, maka yang kita lakukan mungkin kita membeli buku, kita sampaikan buku supaya dibaca oleh mereka, kalaupun ini ternyata tidak mampu membuka hidayah yang kita inginkan, maka kita pakai cara berikutnya mungkin kita memilihkan audio, video, atau rekaman suatu tema kajian yang misalnya kita taruh di mobil, di rumah, untuk dapat kita putar di waktu longgar supaya didengarkan oleh mereka.

Semua ikhtiar kita lakukan dengan berbagai macam cara yang bisa kita maksimalkan karena sesungguhnya memberitahu kepada orang tua kita memang terasa sangat unik karena kita berhadapan dengan orang yang berbeda masanya dengan zaman kita. Tetaplah banyak bersabar!

Kalaulah kita sudah membuka doa, sudah mengikhtiarkan jalan dengan berbagai macam cara dan metode yang kita berikan ternyata tidak kunjung berubah maka pahamilah mungkin orang tua kita diinginkan oleh Allah didalam perkara-perkara kebaikan bukan hari ini tetapi mungkin lusa, tahun depan, atau tahun mendatang. Bersabarlah! Selalu bukakan pintu kebaikan dalam kehidupan kita.

Kalau kita tidak dimudahkan untuk berdakwah kepada orang tua kita, maka yang harus dipahami adalah kalau semua dimudahkan dalam kehidupan kita justru kita bingung, dari mana kita mendapatkan pahala kesabaran. Disusahkan kita menyampaikan hidayah kepada orang yang kita cintai karena Allah ingin memberikan banyak pahala atas kesabaran dan kesantunan ketika mengetuk pintu hidayah dengan cara yang terbaik.