Para Pemilik Doa-Doa Yang Mustajab

Doa adalah buah keimanan dan keikhlasan, semakin tinggi iman seorang hamba, maka semakin tinggi juga ketergantungannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga ia pun berdoa. Berdoa juga jadi bukti seorang hamba merasa lemah tanpa bantuan kekuatan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala sangat cinta kepada hamba-hamba-Nya yang selalu bermunajat kepada-Nya dan sangat murka kepada hamba-hamba-Nya yang tidak pernah berdoa kepada-Nya karena itu adalah bentuk kesombongan.

Orang-orang yang mudah dikabulkan doa ini tak hanya terbatas kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada orang-orang di umat ini yang secara umum juga mudah didengarkan doanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dikabulkan permintaannya.

Ada sahabat yang khusus mendapatkan doa Nabi agar semua permintaannya dikabulkan Allah, ada orang yang disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang apapun yang dia katakan/sumpahkan kepada Allah, apapun kalimat yang dia keluarkan maka terjadi seperti yang dikatakannya dan ternyata kaidah umumnya dia mengalir terus sampai kepada kita bahwa ada orang-orang tertentu yang memang mudah dikabulkan doanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pemimpin selalu memikirkan dan mendoakan umatnya. Rasulullah pernah berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala di masjid yang dikenal dengan nama Masjid Ijabah atau masjid pengabulan doa. Saat itu Rasulullah memohon doa dalam sujud panjang, sehingga para sahabat harus rela menunggu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta agar umatnya tidak dihancurkan karena kelaparan yang pernah menimpa kaum Nabi Yusuf ‘alaihi salam, juga tidak dihancurkan oleh banjir bandang yang pernah menghancurkan kaum Nabi Nuh ‘alaihi salam, dan itu dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam setiap peperangan, Rasulullah juga tidak pernah lupa berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Perang Badar salah satunya. Perang ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 2 Hijriyah atau dua tahun setelah Rasulullah hijrah ke Madinah. Saat Perang Badar, jumlah pasukan muslimin sangat sedikit dibanding pasukan Quraisy. Kaum muslimin hanya sekitar 300 sementara kaum Quraisy lebih dari 900 orang. Tapi dengan doa yang dipanjatkan Rasulullah, Allah pun memberi pertolongan hingga akhirnya kaum muslimin mampu menang di Perang Badar.

Di berbagai peperangan, Perang Badar dan Khandaq yang rasanya sangat sulit bagi muslimin untuk menang dalam hitungan manusia dan para ahli strategi perang tapi ternyata dimenangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan doa Nabi sangat jelas, di Badar Nabi berdoa “Ya Allah kalau Engkau hancurkan sekelompok muslim yang ada disini, maka Engkau tidak akan pernah disembah selamanya dimuka bumi ini.” Permintaan Nabi agar kelompok ini jangan dikalahkan di Perang Khandaq Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa karena musuh sebegitu besarnya, gabungan berbagai suku Quraisy dan yang lainnya. Nabi berdoa “Ya Allah Engkau yang menurunkan Al Kitab, Engkau yang memperjalankan awan, Engkau yang mengalahkan sekutu sendirian, maka kalahkan mereka dan tolonglah kami memenangkan pertarungan ini atas mereka.” Itu semua dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, maka apa yang diminta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan makanan yang sedikit dengan doa Nabi maka cukup untuk sekian banyak orang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah memanjatkan doa untuk sahabatnya Sa’ad bin Abi Waqqash, Sa’ad bin Abi Waqqash beliau termasuk Assabiqunal awwalun golongan sahabat yang masuk Islam di awal dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau juga masuk ke dalam sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
“Ya Allah, tepatkan setiap sasaran panahnya dan kabulkanlah doanya.”
Inilah doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang secara khusus beliau panjatkan untuk Sa’ad bin Abi Waqqash. Maka setelah Allah mengabulkan doa tersebut Sa’ad bin Abi Waqqash mempunyai dua kekuatan panah dan doa. Dengan kecepatan berkuda yang tinggi, sasaran panah Sa’ad bin Abi Waqqash tidak pernah meleset dari targetnya, sementara doanya pun selalu mustajab, selalu dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Salah satu doa Sa’ad bin Abi Waqqash adalah yang ia panjatkan saat menjelang Perang Uhud.

Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu adalah sahabat yang mendapatkan kemuliaan dari doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantara peristiwanya adalah apa yang terjadi pada Sa’ad bin Abi Waqqash dengan sahabat mulia Abdullah bin Jahsy radhiyallahu ‘anhu di peristiwa Perang Uhud saat itu menjelang Uhud mulai berkecamuk, dua orang ini duduk menyendiri kemudian mereka berdua berdoa “Mari kita berdoa, kalau esok hari peperangan dimulai kita masing-masing berdoa apa yang kita inginkan.” Sa’ad bin Abi Waqqash berdoa “Ya Allah pertemukan esok aku dengan musuh yang sangat kuat, yang sangat ahli dalam menjalankan pertempuran kemudian menangkan aku atas orang itu dan agar aku juga bisa mengambil harta yang ditinggalkannya.” Kemudian diaminkan. Abdullah bin Jahsy berdoa untuk dirinya “Ya Allah esok hari dalam Perang Uhud ini pertemukan aku dengan musuh yang sangat kuat dan ahli di medan pertempuran kemudian jadikan aku orang yang meninggal syahid dibunuh oleh musuh itu kemudian jadikan hidung dan telingaku dipotong oleh musuh itu agar aku kelak menghadap kepadamu dan kelak Engkau bertanya “Mengapa sampai lepas hidung dan telingamu?” Maka aku akan menjawab “ini karena berjuang di jalan-Mu Ya Allah”. Aamin” Maka betul di Perang Uhud, Allah subhanahu wa ta’ala persis mengabulkan doa kedua sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, maka Sa’ad bertemu dengan musuhnya yang kuat, Abdullah bin Jahsy dengan musuh yang kuat, Sa’ad dimenangkan Allah dan Abdullah bin Jahsy syahid kemudian Sa’ad mengomentari dan berkata “doanya Abdullah bin Jahsy lebih baik daripada doa saya”.

Pemilik doa mustajab lainnya adalah Al Barra bin Malik, saudaranya Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ada beberapa orang yang berpenampilan kusut dan buruk dengan baju yang sudah lusuh, jika dia bersumpah maka niscaya Allah menakdirkan sumpahnya terealisasi. Dan jika dia berdoa maka doanya tidak akan ditolak Allah ta’ala. Salah satu orang ini adalah Barra bin Malik.” (HR. Tirmidzi)
Sejarah Islam menggambarkan Al Barra bin Malik mempunyai perawakan kurus, rambutnya tidak rapi, badannya tidak sewangi sahabat Rasulullah yang gaya sehingga keberadaannya seringkali dianggap sebelah mata. Namun ia terkenal pemberani, bernyali besar, dan bertekad baja. Dikisahkan bahwa beliau telah membunuh seratus kaum musyrik dengan cara satu lawan satu.

Kisah bermula sejak wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimana kabilah-kabilah Arab berbondong-bondong keluar Islam, ketika sebelumnya ramai-ramai masuk agama Islam. Pada saat itu, kaum yang murtad ada dua golongan:
  1. Kaum yang masih shalat namun menolak untuk membayar zakat.
  2. Kaum yang mempercayai nabi-nabi palsu setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat.
Diantara kelompok murtad yang punya kekuatan militer besar saat itu adalah Musailamah Al Kadzab. Al Barra bin Malik berkata “Wahai Kaum Muslimin, bawalah aku dan pertemukan aku dengan kaum murtad itu.” Setelah itu Al Barra bin Malik pun dibawa untuk menyerbu orang-orang murtad tersebut. Pertempuran pun terjadi, akhirnya kaum muslimin yang menang dalam pertempuran tersebut dan berhasil membunuh Musailamah Al Kadzab meski Al Barra bin Malik harus menerima luka sebanyak 80 tusukan.

Keberaniannya berjuang di jalan Allah, ia tunjukkan juga saat Perang Tustar, perang untuk merebut benteng Kota Tustar di bumi Persia. Tidak hanya berjuang di jalan Allah, ia juga berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala bahkan berkat doa yang ia panjatkan, kaum muslimin mampu menaklukkan Kota Tustar.

Nabi juga yang mengatakan bahwa hamba yang seperti itu diantara mereka adalah Al Barra bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang bahkan dalam peristiwa perang yang sangat besar yaitu ini merupakan hari terakhirnya Al Barra bin Malik ketika dia diminta berdoa oleh masyarakat muslim yang saat itu mengepung wilayah Tustar yang tidak kunjung berhasil ditaklukkan muslimin, maka dengan doanya Al Barra bin Malik yang meminta agar dimenangkan sekaligus minta dipertemukan dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka muslimin dimenangkan dan Al Barra syahid di tempat itu.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)
Begitulah janji Allah, akan mengabulkan doa orang yang bermunajat kepada-Nya namun ketika Allah belum mengabulkan doa kita maka kita harus mengevaluasi diri, apa yang menghalangi doa kita tidak terkabul.

Berikut tips agar Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa kita:
  1. Makan makanan yang halal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda untuk Sa’ad bin Abi Waqqash mengapa dia mudah dikabulkan doa, kata Nabi “Wahai Sa’ad, halalkan makananmu maka kamu akan menjadi orang yang dikabulkan disetiap doamu.” Pelajaran bagi kita kalau kita mau doa kita dikabulkan Allah, salah satu syarat terpentingnya adalah semua yang kita konsumsi harus dijamin halal 100%, mereka yang masih suka mengambil yang syubhat apalagi yang haram tak akan dia akan menjadi bagian dari orang yang mudah dikabulkan doanya.
  2. Berbaik sangka kepada Allah subhanahu wa ta’ala saat berdoa. “Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepada-Ku.” (HR. Muslim dan Bukhari)
  3. Ikhlas, hanya berhajat meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala, tidak bertawakal kepada selain Allah karena selain Allah tidak ada yang kuasa memberikan kemaslahatan.
  4. Menjaga adab saat berdoa,  Allah cinta kepada hamba-Nya yang merendahkan diri di hadapan-Nya, mengangkat kedua tangannya dan menunjukkan bahwa dirinya lemah dan sangat butuh pertolongan Allah.  Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al A’raaf: 55)
  5. Memperbanyak amal kebaikan. Dalam surah Al Anbiyaa’ Allah berkisah tentang doa Nabi Nuh, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Ayub, Nabi Yunus, dan Nabi Zakaria. Allah mengabulkan doa para nabi tersebut kemudian Allah menyampaikan mengapa doa mereka terkabul dalam firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami.” (QS. Al Anbiyaa’: 90)
Hal yang paling penting kita ketahui kedua orang yang terkabul doanya ini, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Al Barra bin Malik menggunakan doanya untuk menolong agama Allah, lalu pertanyaannya jika anda menjadi orang yang terkabul doanya kira-kira doa apa yang akan anda panjatkan?

Maka pelajaran buat kita, kita perlu orang seperti ini orang yang bahkan mungkin tidak dianggap oleh masyarakat, karena penampilannya, karena kemiskinannya, bahkan Nabi mengatakan bahkan kalau dia mengetuk pintu sampai dia diusir sama orang, tapi jangan anggap sepele hanya karena penampilan. Bisa jadi diantara mereka ada orang-orang apapun kalimat yang diucapkannya atas nama Allah akan terjadi seperti yang diucapkannya.