Orang Yang Shalat Wajib, Bermakmum Pada Orang Yang Shalat Sunnah

Saat melakukan shalat sunnah atau nafilah, kita terkadang dikejutkan oleh orang yang datang menepuk pundak kita untuk bermakmum di belakang kita. Karena sedang shalat sunnah dan orang di belakang kita mengira bahwa kita sedang shalat fardhu tak jarang kita akhirnya membatalkan shalat sunnah kita untuk mengingatkan orang yang ikut di belakang kita.

Apakah memang jika dalam kondisi demikian, kita lebih baik membatalkan shalat atau tetap meneruskan shalat? Apakah bermakmum pada orang yang sedang shalat sunnah itu dibolehkan?

Dalam hal ini, para ulama memang berbeda pendapat akan tetapi pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah dibolehkan artinya orang yang shalat wajib boleh bermakmum pada orang yang shalat sunnah. Hal ini berdasarkan apa yang telah dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada perang Dzatur riqa sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim,
Saat itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat dengan satu kelompok sebanyak dua rakaat, lalu kelompok ini mundur, kemudian beliau melanjutkan shalat dua rakaat dengan kelompok lain sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat empat rakaat. Sementara, masing-masing kelompok shalat dua rakaat.
Makna hadits ini dijelaskan oleh Imam Nawawi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat dengan kelompok pertama sebanyak dua rakaat, ketika Nabi salam, mereka pun salam. Demikian pula dengan kelompok yang kedua, saat melakukan shalat dengan kelompok kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami mereka sementara Nabi melakukan Shalat Nafilah atau sunnah dan makmumnya shalat fardhu.

Berdasarkan riwayat ini, dalam madzhab Syafi’i dibolehkan melakukan shalat fardhu di belakang orang yang Shalat Nafilah atau sunnah. Alasan lain dibolehkannya bermakmum dengan orang yang shalat sunnah adalah perbuatan sahabat mulia Muadz seperti yang tercatat dalam riwayat Abu Dawud, Saat itu Muadz shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian pulang mengimami kaumnya.

Riwayat ini dijelaskan oleh Imam Al Khattabi bahwa didalam hadits terdapat bagian yang membolehkan shalat fardhu di belakang orang shalat sunnah karena Muadz shalat fardhu bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Setelah mengerjakan shalat fardhu bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dia shalat mengimami kaumnya, padahal shalatnya adalah shalat sunnah.

Dengan demikian boleh hukumnya kita melakukan shalat fardhu di belakang orang yang sedang Shalat Sunnah Ba’diyah atau sunnah rawatib lainnya. Maka jika kita tengah melakukan Shalat Sunnah Rawatib lalu ada orang yang memberikan isyarat untuk bermakmum kepada kita maka kita tidak perlu membatalkan shalat, hendaknya kita meneruskan shalat sunnah sesuai dengan apa yang kita niatkan sejak awal.