Obat Hati Yang Sering Disepelekan

Penyakit hati adalah penyakit atau gangguan yang ada pada hati dan perasaan manusia. Penyakit hati dalam Islam bukanlah penyakit yang menyangkut kesehatan seperti penyakit liver, sirosis, dan lainnya namun penyakit hati adalah sesuatu yang ada dalam hati setiap orang yang bisa mempengaruhi perilaku dan perbuatannya.

Berdasarkan hal tersebut, Islam pun memiliki penawar yang dapat dijadikan obat hati seperti membaca Al Qur’an dan memahami maknanya, mendirikan shalat dan dzikir malam, dan memperbanyak berpuasa namun ternyata ada salah satu obat hati yang sering disepelekan dan dilupakan padahal hal tersebut sangatlah bermanfaat bagi kita.

Berkumpullah dengan orang-orang shalih, ini adalah salah satu obat penyakit hati yang sering disepelekan dan dilupakan padahal hal tersebut sangat menunjang untuk meningkatkan kadar keimanan seseorang kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya.” (HR. Tirmidzi)
Teman yang shalih akan selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah subhanahu wa ta’ala, karenanya ia akan selalu mengajak siapapun di sekitarnya untuk menuju kepada kebaikan dan mengingatkan kita apabila mendekati kemungkaran. Lebih jauh dalam sebuah riwayat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi, penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya, sedangkan pandai besi bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menurut beberapa ulama yang dimaksud dengan orang shalih adalah seseorang yang mampu memadukan antara menunaikan haknya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan haknya kepada sesama. Menunaikan hak kepada Allah subhanahu wa ta’ala berupa menaati perintahnya, menjauhi larangannya, serta menjalankan ibadah kepadanya, sedangkan menunaikan hak kepada sesama maksudnya adalah menjalin hubungan baik sesama manusia seperti menunaikan hak kepada istri dan keluarga dengan memberikan nafkah kemudian berbuat baik kepada kerabat maupun tetangga.

Adapun ciri-ciri orang shalih telah Allah subhanahu wa ta’ala sampaikan dalam firman-Nya yang artinya:
“Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Ali Imran: 114)
Jika kita sudah bergaul dengan orang-orang shalih, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana hal tersebut bisa menjadi obat hati?

Teman yang baik dan shalih pasti akan mau mendengarkan cerita dan keluh kesah kita, ketika kita memiliki masalah. Mereka memiliki pemahaman yang baik akan agama dan tak mungkin memberikan nasihat yang buruk. Orang shalih memiliki akhlak yang baik, tawadhu, istiqamah, sabar, dan penyayang. Mereka tak segan mengingatkan kita pada kebaikan.

Sikap dan pemikiran seperti itulah yang bisa kita tiru untuk menghilangkan penyakit-penyakit hati ini karenanya bergaul dengan orang-orang shalih akan lebih menjaga iman dan Islam kita. Insya Allah.