Makanan di Pesta Pernikahan Adalah Seburuk-Buruknya Makanan

Dalam sebuah penyelenggaraan pesta pernikahan, sajian makanan merupakan bagian penting didalamnya baik untuk penyelenggaraan pesta pernikahan di gedung maupun di rumah karena itulah tidak heran jika sebuah keluarga yang ingin menyelenggarakan pesta pernikahan, perlengkapan dan persiapannya diatur sedemikian matang terutama untuk sajian makanannya. Namun tahukah anda bahwa kabarnya seburuk-buruknya makanan adalah makanan yang ada di pesta pernikahan, benarkah demikian?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Makanan yang paling buruk adalah makanan dari pesta walimah yang tidak diundang didalamnya orang yang mau datang kepadanya (orang miskin), tapi diundang orang yang enggan datang kepadanya (orang kaya). Barangsiapa tidak memperkenankan undangan, sesungguhnya telah durhaka kepada Allah ta’ala dan Rasul-Nya.” (HR. Muslim)
Dalam hadits ini, makanan yang paling buruk dinisbatkan pada hidangan walimah atau resepsi pernikahan yang hanya mengundang orang kaya. Mengapa demikian?

Ini dikarenakan orang kaya sudah terbiasa mengkonsumsi makanan enak dan sangat jarang merasa puas dengan hidangan makan yang disediakan dalam walimah pernikahan yang dihadiri. Sebaliknya dalam walimah tersebut tidak mengundang orang-orang miskin padahal mereka sangat menginginkan makanan yang enak dalam resepsi pernikahan karena jarang mengkonsumsinya padahal ketika orang menyelenggarakan resepsi pernikahan mereka pasti menginginkan doa restu dari tamu undangan dan mereka tidak pernah benar-benar mengetahui doa siapa yang akan diijabah oleh Allah subhanahu wa ta’ala bisa jadi justru dari orang-orang miskin yang merasa bahagia datang ke resepsi pernikahan itulah yang doanya diijabah oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Senada dengan hadits pertama, hadits kedua juga menyebutkan,
“Seburuk-buruk makanan ialah makanan atau walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya tetapi meninggalkan orang-orang miskin.” (HR. Bukhari)
Makanan semewah apapun yang dihidangkan dalam sebuah walimah pernikahan, hanya mengundang orang-orang kaya dan tidak melibatkan orang-orang miskin, makanan tersebut disebut oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai seburuk-buruknya makanan.

Dua hadits ini hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita, Islam sebagai agama yang mulia benar-benar mengatur seluruh persoalan yang dihadapi oleh umat manusia bahkan dalam hal walimah atau resepsi pernikahan, Islam memberikan panduan yang jelas, manusiawi, dan sesuai dengan norma-norma kebaikan dalam bermasyarakat, karena Islam memandang resepsi pernikahan bukan sekedar pesta hura-hura namun sebuah bentuk rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala sekaligus tanda resminya akad nikah.

Karena itulah hendaknya resepsi pernikahan diselenggarakan dengan niat yang benar, mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Insya Allah sesuatu yang diniatkan dengan baik akan menjadi amal shalih sehingga harta yang dibelanjakan dan waktu yang diluangkan akan diganti dengan pahala. Aamiin.