Larangan Berjualan Di Masjid

Sering kita jumpai banyak orang dengan sengaja menjajakan dan menawarkan barang berupa buku, pakaian, makanan, dan barang lainnya maupun jasa seperti mengiklankan sekolah hingga travel haji dan umrah di dalam masjid. Lalu bolehkah kita melakukan transaksi jual beli di masjid?

Seperti yang kita tahu, masjid merupakan rumah Allah subhanahu wa ta’ala serta tempat ibadah yang senantiasa harus kita muliakan dan hormati. Mengenai hukum jual beli di masjid dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Jika kamu melihat orang menjual atau membeli di masjid maka katakanlah “Semoga Allah tidak memberi keuntungan pada daganganmu”.” (HR. Tirmidzi)
Menurut beberapa ulama hadits tersebut secara tidak langsung merupakan larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan transaksi jual beli di masjid.

Terdapat beberapa pendapat mengenai area yang diperbolehkan dalam jual beli di masjid, sebagian ulama berpendapat bahwa berjualan di area teras, tempat wudhu, toilet, maupun pelataran masjid diperbolehkan karena hal tersebut tidak mengganggu dalam pelaksanaan ibadah namun sebagian ulama lainnya tetap tidak memperbolehkan hal tersebut karena masih termasuk ke dalam area masjid. Pendapat ini diambil berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya:
“Yang halal itu jelas, yang haram itu jelas. Diantara halal dan haram ada perkara yang masih samar, yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Siapa yang berhati-hati dari perkara yang samar maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Siapa yang terjerumus ke dalam perkara yang samar, keadaannya sama seperti seorang penggembala yang menggembala di sekitar daerah larangan atau batasan yaitu lama kelamaan ia bisa terjerumus di dalamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu sering kita jumpai biasanya pada hari Jum’at justru semakin banyak orang yang menjajakan dagangannya di masjid karena pada hari tersebut lebih banyak orang yang datang ke masjid, selain itu mereka percaya Jum’at merupakan hari yang baik, yang diharapkan akan mendatangkan keuntungan yang lebih banyak. Terkait hal tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.” (QS. Al Jumu’ah: 9)
Berdasarkan ayat tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan kita untuk segera meninggalkan segala hal yang dapat mengganggu jalannya ibadah termasuk jual beli, namun bukan berarti pada hari tersebut sepenuhnya tidak diperbolehkan untuk jual beli. Alangkah lebih baik jika hal tersebut dilakukan setelah shalat Jum’at.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan semakin menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin.