Hukum Menggunakan Parfum Beralkohol Menurut Syariat Agama Islam

Pasti setiap orang ingin memiliki aroma tubuh yang harum, oleh karena itu banyak yang menggunakan parfum sebagai solusinya tapi bagi sebagian masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, masih ada kekhawatiran seputar penggunaan parfum karena adanya kandungan alkohol di sebagian besar jenis parfum yang beredar di pasaran, sedangkan dalam Islam alkohol itu diharamkan seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maaidah: 90)
Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala telah melarang kita mengkonsumsi khamr atau alkohol, namun makna yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah ketika khamr itu diminum atau segala sesuatu yang bersifat memabukkan. Alkohol bukanlah satu-satunya zat yang dapat menimbulkan efek memabukkan, alkohol yang terdapat dalam parfum adalah etanol.

Menurut fatwa MUI, etanol adalah senyawa murni bukan berasal dari industri minuman beralkohol atau khamr yang sifatnya tidak najis. Hal ini berbeda dengan khamr yang bersifat najis. Oleh karena itu, etanol tersebut boleh dijual sebagai pelarut parfum yang memang dipakai di luar dan tidak dimasukkan ke dalam tubuh. Lalu apakah zat etanol yang terdapat di dalam parfum itu haram?
  1. Hukum asal etanol jika ia berdiri sendiri dan tidak bercampur dengan zat lain adalah halal.
  2. Etanol bisa berubah statusnya jadi haram jika ia menyatu dengan minuman yang haram seperti miras.
  3. Etanol ketika berada dalam miras yang dihukumi adalah campuran mirasnya dan bukan etanolnya lagi.
Jika melihat etanol atau alkohol yang ada dalam parfum maka kita dapat katakan bahwa yang jadi pelarut dalam parfum tersebut adalah etanol yang murni tanpa campuran khamr. Campuran dalam parfum disini bukanlah khamr namun etanol yang statusnya suci.

Hukum asal menggunakan parfum beralkohol adalah boleh, mengingat status alkohol atau etanol yang suci yang bercampur dalam parfum tersebut kecuali bila ada campuran zat najis lainnya di dalam parfum itu sendiri. Wallahu a’lam.