Doa Ketika Muncul Gelegar Petir

Di sebagian daerah, turunnya hujan selalu dibarengi dengan kilat dan gelegar petir yang terkadang membuat bulu bergidik. Ada yang menyebutkan bahwa kilat atau petir ini adalah cambuk malaikat untuk menggiring awan. Benarkah demikian?

Al Qur’an menyebut petir dengan istilah Ar Ra’du sementara kilat dengan sebutan Al Barqu. Allah subhanahu wa ta’ala  berfirman yang artinya:
“Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, Karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.” (QS. Al Baqarah: 19)
Ketika menafsirkan ayat ini, Imam As Suyuthi mengatakan Ar-Ra’du artinya malaikat yang bertugas mengatur awan sedangkan kilat berasal dari cambuk malaikat untuk menggiring awan mendung.
Seseorang pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Ar Ra’du atau petir, kemudian Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab “Ar Ra’du adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya mengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.” (HR. At Tirmidzi)
Petir seperti yang kita kenal saat ini adalah suara benturan zat-zat awan akibat adanya tekanan udara dalam awan. Keterangan ini tidaklah kontradiksi dengan keterangan dari Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam karena Ar Ra’du, petir dan guruh dalam berbagai bentuk, katanya merupakan gerakan.

Penjelasan Ibnu Taimiyah menarik untuk disimak, gerakan yang ada mengharuskan keluarnya suara sementara para malaikatlah yang menggerakkan atau mengarak awan, mereka memindahkannya dari satu tempat ke tempat lainnya. Seluruh gerakan yang terjadi di alam atas dan alam bawah yang mengaturnya adalah para malaikat. Bukankah suara manusia juga berasal dari benturan anggota-anggota tubuh lainnya? Benturan kedua bibirnya, lidahnya, gigi-giginya, anak lidah, dan tenggorokan. Dengan begitu manusia bertasbih kepada Rabb-nya.

Jika begitu petir adalah suara menghardik awan, gelegar petir yang terkadang menakutkan, terkadang membuat sebagian kaum muslim mengucapkan doa. Akan tetapi doa yang diucapkan juga tidak selalu benar. Sebenarnya apa yang harus dibaca saat gelegar petir itu terdengar?

Melihat fenomena sambaran petir yang tak jarang juga banyak mengakibatkan korban jiwa tentu membuat kita harus berhati-hati. Oleh karenanya, ada beberapa doa yang dipanjatkan para sahabat ketika muncul petir seperti yang dicatat Imam Bukhari, misalnya doa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika muncul gelegar petir, ia melantunkan doa:
“Subhanalladzi sabbahat lahu, Maha Suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya”
Bacaan doa juga diucapkan sahabat mulia Abdullah bin Az Zubair radhiyallahu ‘anhu:
“Subhanalladzi yusabbihur ro'du bihamdihi wal malaikatu min khiifatih, Maha Suci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.”