Dasar Anjuran Pasutri Berdoa Sebelum Berhubungan Intim

Jin memiliki kemampuan melihat manusia, sementara manusia tidak bisa melihatnya. Kemampuan jin melihat manusia meski di tempat tersembunyi ini termasuk saat manusia melepas busananya sehingga jin bisa melihat aurat manusia. Itu sebabnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan agar kita membaca basmallah setiap melepas pakaian karena ucapan basmallah bisa menghalangi pandangan jin dari aurat manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat Bani Adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya dia membaca “Bismillah".” (HR. Thabrani)
Atas dasar ini pula pasangan suami istri dianjurkan berdoa jika hendak berhubungan suami istri. Lalu bagaimana jika pasangan suami istri lupa berdoa?

Memang membaca doa sebelum berhubungan bisa menjadi tabir aurat manusia dari pandangan jin. Selain itu, dengan membaca doa bila Allah menghendaki membuahkan keturunan maka anak hasil hubungan ini dilindungi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Inilah yang dijelaskan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam pernah bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian suami ingin menggauli istrinya dan dia membaca doa dengan menyebut nama Allah “Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami.” Jika Allah menakdirkan lahirnya anak dari hubungan tersebut maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak itu selamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lalu apakah jika lupa membaca doa, jin bebas melihat aktivitas suami istri itu dan bisa berpengaruh kepada keturunan jika Allah menghendakinya? Atau apakah anak yang terlahir akan menjadi anak durhaka?

Jika lupa membaca doa tentu saja kesempatan untuk mendapatkan manfaat doa yang luar biasa itu menjadi hilang, hanya saja bikan berarti membaca doa ini sebuah kewajiban karena memang hukumnya tidak wajib dan jika ditinggalkan pun tidak harus membayar (ada kafarah/denda). Demikian pula, tidak ada anjuran untuk membacanya di tengah hubungan atau setelahnya jika lupa membacanya artinya tidak ada dosa jika tidak dibaca.

Lalu apakah dengan demikian jika Allah takdirkan jadi anak, anaknya akan menjadi durhaka?

Perlu diketahui, salah satu sebab untuk melindungi anak dari godaan setan adalah dengan membaca doa sebelum melakukan hubungan suami istri, hanya saja perlu dipahami bahwa itu hanya salah satu sebab, artinya masih ada sebab lainnya yang membentuk karakter seorang anak.

Para ulama menegaskan bahwa hadits ini tidaklah menunjukkan bahwa setiap anak yang terlahir dari hasil hubungan suami istri yang sebelumnya diawali dengan doa dia akan menjadi manusia yang terjaga dari setiap dosa dan godaan setan karena setiap kejadian ada sebab dan ada penghalang. Usaha orang tua yang berdoa ketika hendak berhubungan merupakan salah satu sebab agar anak tersebut selamat dari godaan setan. Akan tetapi dalam perjalanan hidupnya terdapat banyak penghalang dan sebab lainnya yang membuat anak ini tidak bisa bersih dari godaan setan sehingga dia melakukan kemaksiatan.

Karena itu, belum jaminan bahwa setiap anak yang terlahir dari hubungan yang diawali dengan doa pasti akan menjadi anak yang shalih demikian pula sebaliknya bukan jaminan setiap anak yang terlahir dari hubungan tanpa diawali doa atau bahkan terlahir dari hubungan haram atau zina pasti akan menjadi anak setan atau balatentara iblis.

Diantara usaha yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah memperhatikan pendidikan selama masa tumbuh kembang anak. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;” (QS. At Tahriim: 6)
Termasuk mendoakan agar keluarga selalu mendapat penjagaan dan diberi hidayah seperti doa yang disebutkan dalam surah Al Furqaan:
“Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqaan: 74)
Jika pasangan suami istri lupa membaca doa sebelum berhubungan, apakah jika ingat saat berhubungan lantas boleh membaca doa?

Saat berhubungan suami istri sebenarnya seseorang masih dibolehkan dalam berdzikir kepada Allah asal didalam hati (tidak diucapkan secara lisan). Terkait dengan hal ini, Ibnu illan berkata, “Adapun dzikir didalam hati tatkala buang hajat atau berhubungan suami istri tidaklah dimakruhkan berdasarkan kesepakatan ulama." Dr. Abdullah Faqih menjelaskan bahwa ada tiga momentum untuk doa dan dzikir terkait dengan hal itu:
  1. Sebelum berhubungan membaca doa “Dengan Nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau berikan sebagai rezeki kepada kami.”
  2. Saat berhubungan masih dimungkinkan untuk berdzikir hanya saja tidak secara lisan tetapi didalam hati saja. selain itu juga tidak ada lafal khusus yang harus diucapkan sehingga bisa lafal dzikir yang mana saja asalkan didalam hati.
  3. Setelah berhubungan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berdzikir dalam setiap kesempatan hidupnya sebagaimana diriwayatkan dalam hadits A’isyah radhiyallahu ‘anha.