Benarkah Mimpi Basah Berasal Dari Setan?

Kebanyakan kita pernah mengalami mimpi basah atau mimpi yang menyebabkan keluarnya sperma. Biasanya mimpi ini dialami oleh anak-anak yang tengah menginjak remaja. Mimpi inilah yang kemudian dijadikan oleh para ulama sebagai salah satu tanda aqil baligh atau tanda seseorang mulai dewasa, sekaligus sebagai awal dari dimulainya seseorang menjadi mukallaf atau terbebani syariat agama.

Artinya seorang anak yang sebelumnya tidak memiliki kewajiban melaksanakan syariat agama, jika telah bermimpi basah menjadi tanda sekaligus awal mula bagi anak untuk melaksanakan kewajiban agama. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah ada sejumlah hadits yang menyebutkan bahwa mimpi basah itu adalah permainan setan. Lalu bagaimana mungkin mimpi basah yang menjadikan tanda oleh para ulama sebagai tanda aqil baligh atau dewasa itu berasal dari setan?

Memang ada sejumlah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan demikian, misalnya hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada seorang nabi pun yang mengalami mimpi basah (ihtilam), tiada lain mimpi basah itu dari setan.” (HR. Imam Ath Thabrani)
Namun hadits ini dinilai lemah oleh para ahli hadits. Imam Bukhari dan Imam Abu Hakim bahkan menyebut hadits ini mungkar sehingga sebagian besar ahli hadits menyatakan hadits ini tidak layak dijadikan sebagai dasar.

Hadits lainnya yang dijadikan landasan bahwa mimpi basah berasal dari setan adalah hadits dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ar Ru’ya itu dari Allah dan Al Hulmu itu dari setan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagian ulama mengartikan kata Al Hulmu sebagai mimpi basah, namun Imam An Nawawi menukil keterangan Syaikh Al Bushiri tentang makna Ar Ru’ya dan Al Hulmu, menepis anggapan bahwa mimpi basah itu dari setan. Imam Nawawi menjelaskan bahwa istilah Ar Ru’ya untuk menyebut mimpi yang disukai (mimpi baik), sedangkan Al Hulmu untuk menyebut mimpi yang tidak disukai (mimpi buruk bukan mimpi basah). Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat lain:
“Ru’ya adalah dari Allah dan Hulmu adalah dari setan. Maka jika salah seorang diantara kalian bermimpi buruk hendaknya dia tidak memberitahukannya, hendaklah dia meludah ke arah kiri tiga kali dan hendaklah dia meminta perlindungan kepada Allah (isti’adzah) dari keburukan mimpi itu. Dengan demikian mimpi itu tidak memudharatkannya.” (HR. Imam Ahmad)
Ini menunjukkan bahwa yang dimaksud Hulmu yang berasal dari setan bukanlah mimpi basah karena anjuran Rasul ketika kita mendapat hulmu adalah meludah dan meminta perlindungan kepada Allah. Sementara jika kata “hulmu” berarti mimpi basah, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kita untuk mandi sebagaimana sabda Nabi ketika ditanya mengenai seseorang yang mengalami mimpi basah,
“Ia mesti mandi, dan jika ia mimpi basah namun tidak mendapati dirinya dalam keadaan basah maka ia tidak mesti mandi.” (HR. Imam Al Baihaqi)
Dengan demikian, mimpi basah yang menjadi salah satu tanda aqil baligh seseorang bukanlah dari setan.