Peluang Usaha Budidaya Katak

Budidaya katak memang asing bagi masyarakat awam, namun inilah yang terjadi di Balai Besar Budidaya Air Tawar Selabintana – Sukabumi, Jawa Barat. Budidaya katak memang tidak banyak diminati masyarakat, meski proses budidayanya cukup mudah dan tidak memakan waktu lama. Karena itulah, tidak mudah mencari budidaya katak perorangan. Ada yang berhasil, namun tidak sedikit yang akhirnya gulung tikar.

Proses budidaya katak terhitung tidak sulit. Proses ini dimulai dengan reproduksi atau biasa disebut dengan pemijahan induk selama satu malam, dimana katak induk jantan dan betina dipisahkan dan dimasukkan ke dalam kolam tersendiri. Jika kualitas kedua induk bagus, dalam semalam katak betina akan bertelur sebanyak kurang lebih 20.000 telur. Setelah menunggu dua atau tiga bulan, telur ini akan berubah menjadi kecebong dan kemudian menjadi percil atau katak muda.

Percil-percil inilah yang kemudian menjadi incaran para pembudidaya katak perorangan. Satu percil ini, dijual seharga Rp 1.500,- per ekor, sementara induk dijual berdasarkan ukuran, yakni antara Rp 25.000,- hingga Rp 50.000,- per ekor. Para pembeli induk katak atau percil, sebagian besar dari luar Pulau Jawa seperti Palembang dan Papua, tidak sedikit pula mahasiswa yang menjadi pelanggan induk katak tiba di Balai Besar Budidaya Air Tawar Sukabumi ini yang akan digunakan sebagai penelitian.

Jenis katak yang akan dibudidayakan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi ini adalah Bullfrog atau Katak Lembu. Katak ini berasal dari Taiwan. Jenis katak dengan nama latin Rana catesbeiana inilah yang memang cocok dibudidaya, karena memang katak ini ditujukan untuk ekspor ke beberapa negara. Sementara sebagian penikmat katak di Indonesia, lebih memilih Katak Sawah atau Katak Batu.

Meski santapan katak masih menjadi pro-kontra, tapi sebagian meyakini bahwa katak memiliki nilai gizi yang cukup tinggi serta berkhasiat menyembuhkan sejumlah penyakit. Meningkatnya permintaan daging katak baik dalam pasar dalam negeri maupun luar negeri, membuka peluang bagi para pemburu katak dan peternak katak di Indonesia.