Hukum Merusak Barang Orang Lain Yang Tidak Disengaja Menurut Syariat Islam

Banyak kita temukan kasus merusak barang orang lain karena unsur ketidaksengajaan seperti menggores mobil orang tanpa sengaja, atau saat bermain bola secara tidak sengaja menghantam kaca jendela orang hingga pecah, atau pakaian hangus dan tidak bisa dipakai lagi karena seorang teman lupa telah meletakkan setrika di atas pakaiannya dalam waktu lama. Lalu bagaimana pertanggung jawabannya dalam syariat agama. Apakah pelakunya berdosa?

Jika dilakukan tanpa sengaja maka dia tidak berdosa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan yang dilakukan oleh umatku karena tidak sengaja, lupa, dan terpaksa." (HR. Ibnu Majah & Ibnu Hibban)
Syekh As Sa’di rahimahullah mengatakan kesalahan karena tidak sengaja, dipaksa, atau lupa maka dimaafkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dzat yang kita sembah. Tetapi jika menyebabkan rusaknya sesuatu milik orang lain, maka wajib menggantinya dan tidak dikenai dosa atas kesalahannya. Kaidah ini berkaitan dengan kesalahan yang dilakukan seseorang karena tidak sengaja, dipaksa melakukan sesuatu yang salah, atau lupa.

Seseorang yang melakukan kesalahan karena tidak sengaja atau lupa, maka ia tidak berdosa. Akan tetapi jika kesalahan yang dia lakukan tanpa sengaja itu ternyata mengakibatkan rusaknya barang atau properti orang lain atau bahkan terbunuhnya orang lain misalnya, maka ia wajib mengganti rugi atau membayar diyat atau tebusan.

Syekh As Sa’di menjelaskan kesimpulannya orang yang tidak sengaja atau lupa atau dipaksa melakukan suatu kesalahan, tidak menanggung dosa atas kesalahannya. Akan tetapi dia wajib ganti rugi jika kesalahannya berdampak pada rusaknya barang orang lain karena masalah ganti rugi dikaitkan dengan perbuatan dan kerugian yang ditimbulkannya. Sengaja atau tidak sengaja, pelakunya belum dewasa atau sudah dewasa, pertanggung jawabannya sama saja.

Oleh karena itu, jika ada orang menggores mobil orang lain tanpa sengaja karena hal ini dimungkinkan bisa terjadi setiap saat di jalan raya, di tempat parkir, atau di lingkungan perumahan, maka si pelaku tidak berdosa karena perbuatannya. Tapi wajib memperbaiki dan menghilangkan noda atau goresan pada mobil tersebut hingga menjadi normal seperti sedia kala.

Allah subhanahu wa ta’ala mengharapkan kita berbuat zalim terhadap harta orang lain serta merampas hartanya dan mensyariatkan kita untuk menanggung barang mereka yang binasa tanpa alasan yang benar meskipun tidak sengaja.